Salah Satu Pabrikan Otomotif Terbesar Korea Bangkrut

Berita Otomotif

Salah Satu Pabrikan Otomotif Terbesar Korea Bangkrut

GYEONGGI - SsangYong Motor dinyatakan bangkut karena hutang menumpuk dan dipastikan gagal bayar,  apalagi induk semang mereka Mahindra & Mahindra Limited India tidak memberikan suntikan dana lagi.

Ssangyong Motor benar-benar berada di ujung tanduk. Bisnis mereka macet, ditambah hutang dari perusahaan otomotif terbesar keempat Korea Selatan ini menumpuk.

Akhirnya perusahaan pun menyatakan pailit, apalagi Mahindra sebagai pemegang saham 74.65 persen SsangYong seakan lepas tangan. Tercatat sejak April lalu tidak memberikan ekuitas segar pada SsangYong.

Ini membuat masalah menjadi sangat kompleks di samping perlambatan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19. Mahindra sendiri dikabarkan ingin melepas saham mereka sejak Juni 2020 dengan berusaha mencari pembeli sebagian atau keseluruhan kepemilikan hingga saat ini.

SSangYong Motor sedikit tidak bisa membayar hutang ke 3 Bank besar dengan total pinjaman 100 miliar Won atau sekitar Rp 1.3 Triliun. Jatuh tempo pembayaran pada 14 Desemeber 2020 lalu, masing-masing jumlahnya adalah sebagai berikut:

  • JPMorgan Chase Rp 780 miliar
  • BNP Paribas Rp 130 miliar
  • Bank of America dan BoFA Securities Rp 390 miliar

SsangYong Motor memberikan pernyataan seperti dikutip Reuters bahwa mereka telah mengajukan permohonan prosedur penerimaan pengadilan karena gangguan besar setelah perusahaan tidak dapat mencapai kesepakatan untuk memperpanjang tenggat waktu pembayaran pinjaman dengan bank asing.

Tidak hanyanya itu, SSangYong juga punya hutang besar di Korean Development Bank sebanyak Rp 1.1 triliun. Jika mereka gagal bayar pinjaman, tunggakan pembuat mobil akan membengkak menjadi sekitar Rp 2.4 triliun ditambah bunga.

Salah Satu Pabrikan Otomotif Terbesar Korea Bangkrut

Kondisi Makin Parah, Eksekutif SSangYong Mengundurkan Diri

Dalam kondisi terjepit, SSangYong dipastikan juga menghadapi krisi likuiditas karena tidak ada investasi baru dari Mahindra. Waktu mereka kini hanya tinggal 3 bulan untuk mendapatkan calon pembeli perusahaan yang tentu sangat sulit pada kondisi sekarang. 

Namun hal tersebut sepertinya juga berat untuk dilakukan karena semua eksekutif SsangYong telah mengundurkan diri. Mereka meninggalkan perusahaan dalam kondisi yang benar-benar rapuh.

Saham perusahaan dikabarkan telah jatuh hampir 20% dibandingkan sebelumnya setelah berita soal kondisi SsangYong saat ini merebak dipermukaan. 

Sejatinya masih ada satu opsi yakni SsangYong diselamatkan oleh pemerintah Korea Selatan dengan melakukan bailout. Sayangnya hal ini sepertinya jauh panggang dari api atau hampir mustahil

Pertama tentu karena pandemi Covid-19 yang telah mengakibatkan penurunan penjualan sangat signifikan. Lainnya adalah merk atau produk-produk SsangYong dianggap tidak cukup kompetitif di dunia.

SsangYong sendiri pernah masuk ke Indonesia melalui Indomobil Group. Mereka mengandalkan SUV berbasis Mercedes Benz yakni SsangYong Musso dan Rexton.

Selama 13 tahun malang melintang, pada 2012 SsangYong pun hengkang dari Indonesia. Produk-produk mereka gagal bersaing bahkan dalam beberapa tahun terakhir sebelum hengkang, tidak satupun terjual. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar