Rusia Penjarakan Eks Bos Perusahaan Otomotif yang Jadi Mata-mata Amerika

Berita Otomotif

Rusia Penjarakan Eks Bos Perusahaan Otomotif yang Jadi Mata-mata Amerika

MOSKOW – Pengadilan Moskow memutuskan Paul Whelan, mantan bos perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS), bersalah. Ia terbukti bekerja sebagai mata-mata ‘Negeri Paman Sam’.

Whelan, seperti dilaporkan Bloomberg pada awal pekan ini, pun akhirnya dijatuhkan hukuman tahanan cukup lama. Ia harus masuk penjara selama 16 tahun di Rusia.

Putusan pengadilan lebih ringan daripada tuntutan jaksa, yaitu 18 tahun. Whelan sendiri, selama proses peradilan yang dilakukan secara tertutup, bersikukuh tidak bersalah.

Pria berusia 50 tahun tersebut mengaku dijebak oleh seorang pembesar Russian Federal Security Service yang berutang kepadanya. Adapun besaran utangnya adalah 100 ribu rubles (Rp 20,32 juta).

Whelan pertama kali ditangkap di ‘Negeri Beruang Merah’ pada Desember 2018, ketika menghadiri sebuah pesta pernikahan di Moskow. Ia diketahui menerima flash drive berisi ‘rahasia negara’.

Ketika itu, ia bekerja sebagai Direktur Keamanan BorgWarner yang merupakan produsen komponen otomotif yang bermarkas di Michigan. Saat ini, ia sudah tidak lagi menjabat posisi tersebut.

Mantan tentara angkatan laut AS ini mengaku tidak mengetahui flash drive yang ia terima berisi informasi sensitif milik Rusia. Ia menerimanya karena berpikir isinya adalah ‘foto-foto liburan’.

Pemerintah AS tidak senang dengan keputusan pengadilan. John Sullivan, Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia, memprotes proses peradilan Whelan yang tertutup.

“Pengadilan rahasia ini, yang tidak menghasilkan bukti sahih, adalah pelanggaran mengerikan terhadap hak asasi manusia maupun norma-norma hukum internasional,” ucap dia melalui akun Twitter resmi Kedubes.

Pihak keluarga menilai bahwa Whelan selama ini dijadikan senjata oleh pihak Rusia sebagai bahan negosiasi dengan AS. Mereka menduga hukuman penjara 16 tahun terhadapnya adalah cara memperkuat posisi tawar.

Pasalnya, pada Juli 2019, kantor nonpemerintah Rusia Interfax memberitakan bahwa pejabat senior Rusia meminta pertukaran antara Whelan dengan pilot Konstantin Yaroshenko. Yaroshenko saat ini sedang menjalani hukuman penjara 20 tahun di AS karena diputus bersalah atas kasus konspirasi penyelundupan kokain ke AS.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, pada akhir pekan lalu, sudah meminta Rusia untuk melepaskan Whelan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar