Rossi Coba Knalpot Panjang, Buat Apa Sih?

Berita Otomotif

Rossi Coba Knalpot Panjang, Buat Apa Sih?

MISANO – Valentino Rossi menjalani sesi tes resmi usai balapan pada akhir pekan silam dan melakukan beberapa eksperimen termasuk pada knalpot motornya.

Sesi uji coba motor ini diikuti seluruh pembalap MotoGP. Jika pada sesi tes pramusim dilakukan selama beberapa hari, kali ini Dorna hanya menggelar satu hari saja. Para pembalap melakukan beberapa simulasi dengan waktu yang singkat, agar bisa memperbaiki performa.

Para penunggang Yamaha juga terus berbenah guna menghadapi seri selanjutnya di sirkuit yang sama akhir pekan nanti. Meskipun memiliki modal baik pada sirkuit Misano, namun beberapa pembalap terbukti masih mengalami masalah pada motornya.

Sebut saja Rossi yang kehilangan podium di lap terakhir, Maverick Vinales yang tidak bisa bertarung ke barisan terdepan. Dan paling parah adalah Fabio Quartararo yang gagal finish.

Pada sesi tes kali ini selain waktunya sangat sempit semua tim tanpa konsesi dilarang mengganti satupun komponen di dalam mesin. Walhasil mereka mengakalinya dengan mencoba-coba komponen pendukung seperti knalpot, ECU, rangka, rem hingga suspensi.
Rossi pakai knalpot panjang
Rossi yang tidak bisa mempertahankan posisinya karena motornya kalah akselerasi dengan Suzuki dan Ducati di Misano, mencoba-coba banyak perangkat baru. Salah satu yang dicoba oleh pembalap berumur 41 tahun itu adalah knalpot model panjang buatan Akrapovic.

Sirkuit Misano ini sebenarnya sudah menguntungkan untuk Yamaha. Karena sirkuit ini tidak memiliki trek lurus panjang layaknya Sepang, Qatar atau bahkan Red Bull Ring, di mana Yamaha keok total di sana. Namun dalam beberapa kesempatan pada balapan akhir pekan kemarin, para penunggang motor berlambang Garpu Tala kesulitan mengimbangi kecepatan pabrikan lain.

Selepas start, Rossi dan Franco Morbidelli melesat cepat meninggalkan kompetitornya. Namun Rossi yang lebih agresif mengalami degradasi ban sehingga mulai tertinggal dari Morbidelli, saat balapan sudah menempuh 10 lap.

Akhirnya pembalap lain bisa memanfaatkan kelemahan tersebut dan mulai menyerang Rossi. Berdasarkan catatan waktu yang ditampilkan di layar kaca, Rossi hanya unggul di sektor tiga dari Suzuki. Namun pembalap tim Monster Yamaha tersebut pintar memainkan late braking sehingga Alex Rins kesulitan menyalipnya.

Singkat cerita akselerasi mesin 4-silinder Yamaha kurang lincah jika dibandingkan dengan mesin 4-silinder Suzuki. Jangan bicara soal Ducati, selain memiliki top speed paling kencang diantara semua motor di MotoGP, tim-tim satelit Ducati berhasil mengatasi kekakuan rangka motornya.

Kelemahan mesin Yamaha membuat para pembalapnya memainkan teknik late braking. Hal ini sudah tentu akan membuat ban lebih cepat habis. Pada akhirnya merugikan sang pembalap itu sendiri.
Motor Rossi 2004
Knalpot panjang yang digunakan Rossi pada sesi tes Selasa (15/09), merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kelemahan tersebut di atas. Strategi ini mengingatkan dengan apa yang pernah dilakukan Yamaha beberapa tahun silam.

Dengan mengandalkan pipa knalpot lebih panjang, nampaknya Yamaha ingin torsi yang lebih baik di rpm menengah. Bermodalkan setting ECU dan knalpot panjang, mereka berharap bisa mengatasi kelemahan di balapan akhir pekan nanti. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar