Riset: Mobil Listrik Sumbang Sepertiga Penjualan Mobil Dunia di 2030

Berita Otomotif

Riset: Mobil Listrik Sumbang Sepertiga Penjualan Mobil Dunia di 2030

LONDON – Pasar mobil listrik dunia diperkirakan berkembang cukup cepat. Pada 2030, menurut riset terbaru, sepertiga transaksi jual – beli roda empat global disumbangkan oleh kendaraan berteknologi tersebut.

Studi Deloitte, seperti dilaporkan situs Autocar Inggris baru-baru ini, memproyeksikan bahwa penjualan mobil listrik (hybrid, plug-in hybrid/PHEV, dan yang 100 persen baterai) akan mencapai sekitar 31,1 juta unit per tahun di seluruh dunia pada 2030. Volume tersebut 10 juta unit lebih banyak ketimbang studi mereka sebelumnya pada Januari 2019.

Bukan itu saja. Menurut penelitian mereka, puncak penjualan mobil bermesin pembakaran dalam, baik itu bensin maupun diesel, kemungkinan besar sudah tercapai.

Pasar mobil global secara keseluruhan sendiri Deloitte perkirakan tidak akan kembali ke level sebelum pandemi virus Corona (Covid-19) sampai 2024. Pada tahun ini, penjualan mobil listrik dipercaya akan menyentuh 2,5 juta unit.

Angka penjualan bagi mobil berbasis baterai tersebut akan terus naik dengan rata-rata 29 persen tiap tahun. Dengan demikian, pada 2025 volumenya bakal menjadi 11,2 juta unit dan pada 2030 akan mencapai 31,1 juta unit.

Mobil listrik murni yang mengandalkan 100 persen baterai, menurut Deloitte, bakal berkontribusi 81 persen kala itu. Sisanya tentu saja yang berteknologi hybrid maupun plug-in hybrid (PHEV).

“Harga relatif tinggi dari banyak mobil listrik menjadi hambatan di masa-masa awal. Akan tetapi, seiring pengertian soal biaya pemakaiannya yang menandingi mobil bensin maupun diesel, pembeli-pembeli prospektif semakin meningkat,” ucap Jamie Hamilton, Head of EVs Deloitte.

Konsumen menurut dia bakal pula disuguhkan makin banyak variasi harga maupun model mobil listrik dari para pabrikan otomotif dalam 10 tahun ke depan. Di luar itu, mereka juga memiliki opsi lain karena pasar mobil listrik bekas pun kelak terbentuk.

Faktor-faktor tambahan yang mendukung meroketnya penjualan mobil listrik termasuk insentif dari pemerintah, regulasi emisi gas buang yang makin ketat, maupun makin kayanya pilihan bagi konsumen di pasar. Mobil listrik akan terdiri dari jenis yang kompak, sedan, SUV, bahkan supercar plus hypercar.

Dua faktor penghambat perkembangan mobil listrik, sebut Deloitte, hanyalah perspektif konsumen mengenai jarak tempuh mobil listrik versus konvensional dan kekhawatiran mengenai jumlah stasiun pengecasan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar