Hati-Hati, Trans Jawa Masih Kurang Penerangan Jalan

Berita Otomotif

Hati-Hati, Trans Jawa Masih Kurang Penerangan Jalan

JAKARTA – Rifat Sungkar, pembalap nasional mengingatkan pemudik yang menggunakan tol Trans Jawa untuk berhati-hati khususnya di malam hari.

Hal ini karena penerangan di jalan tol tersebut terbilang masih minim sehingga dikhawatirkan akan mengurangi jarak pandang. Untuk itu Ia menyarankan untuk menambah beberapa perlengkapan agar perjalanan menjadi lebih aman.

Tol yang baru ini lebih bagus dari sebelumnya, hanya antisipasi saat berkendara malam masih penting karena penerangannya kurang. Saya sarankan untuk membawa perlengkapan darurat yang ada reflektornya. Seperti segitiga atau rompi dengan reflektor,” ungkapnya.

Ia juga menyarankan untuk tetap menjaga jumlah BBM berada di posisi lebih dari setengah untuk menghindari bensin habis di tengah jalan. Pasalnya, kemacetan di jalan tidak dapat diprediksi meski pemerintah sudah melakukan berbagai langkah antisipasi termasuk one way di jalan tol.

“Perhatikan sisa bahan bakar. Kita tidak akan tahu konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan kedepannya. Jadi bila isi BBM jangan nanti-nanti, paling dekat dengan rumah langsung isi dan pastikan tetap banyak jumlahnya,” tambah Rifat.

Ia pun menambahkan bahwa dengan adanya one way, bukan berarti bebas masalah kemacetan. Hal ini karena menurutnya akan muncul masalah baru yaitu bottle necking saat berakhirnya rute one way di Brebes Timur atau Cikarang Utama.

“Akan ada masalah ketika bottle necking. Jadi banyak adat istiadat lali lintas yang tidak dipahami oleh orang Indonesia, salah satunya adalah berganti memberi jalan satu kiri, satu kanan. Dengan demikian maka lalu lintas lebih lancar dibandingkan dengan adu kuat satu sama lain,” tegasnya.

Untuk itu, Ia menyarankan pemudik agar berhati-hati dan memprediksi kepadatan lalu lintas agar terhindar dari kemacetan di jalan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar