Renault Triber Rencananya akan Dirakit di Indonesia

Berita Otomotif

Renault Triber Rencananya akan Dirakit di Indonesia

JAKARTA - Renault berencana merakit mobil murah Triber di Indonesia, soal waktu dan tempat perakitannya masih belum diumumkan.

Hal itu diungkapkan Davy J. Tuilan selaku COO PT. Maxindo Renault Indonesia setelah Mobil123.com menanyakan siasat mereka mengakali kuota impor mobil dari pemerintah saat ini. Pabrikan asal Prancis itu menjelaskan pihaknya ingin me-lobby regulator untuk melonggarkan kuota impor Triber dari India, dengan berkomitmen memproduksi lokal model satu ini pada masa mendatang.

Apalagi, respon masyarakat Indonesia terhadap produk tersebut ia klaim menggembirakan.

“Soal kuota impor, setuju. Nanti akan ada pembatasan kuota impor pada saat kami masih melakukan pemasaran dengan metode CBU (Completely Built-Up/impor utuh). Tapi seperti yang pernah saya katakan kepada rekan-rekan kemungkinan rakit lokal ada dan ini pun harus jadi satu komitmen kami terhadap pemerintah sehingga mereka juga mengizinkan kami melakukan pemasaran dengan CBU terlebih dahulu,” papar dia di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, 18 - 28 Juli di Serpong, Tangerang.

Sekadar mengingatkan, Triber adalah kendaraan di segmen low multi purpose vehicle (LMPV) dari Renault yang resmi meluncur dalam pameran otomotif tersebut. Harga, sayangnya, masih belum dipublikasikan meski produk ini sudah bisa dipesan.

Mereka hanya menjanjikan bahwa banderolnya setara dengan low cost green car (LCGC) seperti Toyota Calya, meski produk serta fitur sekelas dengan Toyota Avanza. Tak hanya itu, biaya servisnya nanti pun dijanjikan semurah LCGC.

Triber dipasarkan dalam empat varian dengan total enam tipe. Dua varian terendah, RXE dan RXL, hanya mempunyai transmisi manual sedangkan dua varian lain yakni RXT dan RXZ ditawarkan dengan opsi manual maupun otomatis.

Mesin bensinnya berkapasitas 1.0-liter dan kursi baris ketiga diklaim bisa memuat orang dewasa serta bersifat modular (bisa dicopot-pasang). Ada fitur Keyless Entry, 4 airbag (pertama di segmennya), sensor parkir, sistem peringatan kecepatan, layar sentuh 8 inchi dengan konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay.

Sayangnya, Davy tidak menjelaskan apakah mereka akan memanfaatkan pabrik Nissan-Datsun atau Mitsubishi di Indonesia. Ia sendiri dalam kesempatan berbeda pernah mengatakan kemungkinan paling masuk akal melakukan produksi lokal adalah dengan menggunakan sumber daya milik aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi di negeri ini dan bukan membangun pabrik sendiri.

“Kami belum bisa bagikan informasinya. Itu adalah diskusi di pihak Renault global. Sebagai Renault Indonesia, kami belum terlibat karena itu sangat strategis. Jadi kami belum bisa berkomentar mengatakan bagaimana produksinya dan lain-lain. Tapi saya yakin, begitu volume Triber terbentuk, pasti akan ada cara bagi kami melakukan perakitan lokal,” tutupnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar