Quartararo Melempem, Karena Mental atau Memang Apes?

Berita Otomotif

Quartararo Melempem, Karena Mental atau Memang Apes?

SPIELBERG – Fabio Quartararo mengawali MotoGP 2020 dengan dua kemenangan beruntun, namun hal tersebut tidak berlangsung lama.

Seperti diketahui, pembalap muda yang bergabung di tim Petronas Yamaha tersebut digadang-gadang sebagai juara dunia masa depan. Setelah menjadi pesaing terberat dari Marc Marquez musim lalu, anak muda kelahiran Perancis ini langsung membungkus dua kemenangan sekaligus di dua seri awal MotoGP 2020.

Sayang pada seri balapan selanjutnya, sang pembalap bernomor start 20 ini mengalami sejumlah masalah. Pada seri Brno Ia hanya finish ketujuh, kemudian di Red Bull Ring, Quartararo hanya mampu finish kedelapan dan 13.
Quartararo Melempem
Serangkaian hasil buruk yang merudung karirnya, tidak mengubah catatan di klasemen. Setidaknya usai MotoGP Styria 2020, Quartararo masih memimpin dengan perolehan 70 poin. Karena tidak ada pembalap yang begitu konsisten memenangkan lomba, maka posisi calon teman satu tim Valentino Rossi masih aman di puncak.

Lalu muncul pertanyaan apakah Quartararo kemudian tampil melempem karena memikul beban terlalu berat sebagai pemimpin klasemen. Adapula pembalap yang meyakini bahwa Fabio masih belum kehilangan bakatnya.

Rossi sendiri menanggapi bahwa Quartararo tengah kesulitan memperbaiki masalah pada motornya. Pembalap senior tersebut mengatakan desain sirkuit sangat berpengaruh pada kekuatan tiap mesin. Ia menyebut di Red Bull Ring circuit, masuk lima besar saja sulit.

“Saya tidak tahu apakah Ia merasa terbebani. Tapi bisa dipastikan bahwa Yamaha kini tengah menghadapi masalah besar. Kami masih dirudung masalah teknis pada kendaraan di lintasan,” jelas Rossi.
Quartararo Melempem
Sementara Andrea Dovizioso yang juga penantang serius Marquez musim lalu, tidak bisa berbuat banyak di tiga seri awal MotoGP. Namun dengan pengalaman yang dimilikinya, Dovi berhasil merebut kemenangan di MotoGP Austria 2020. Ban dianggap menjadi persoalan penting bagi Dovi melihat masalah yang dihadapi semua tim.

“Saya tertarik ketika melihat para pembalap yang memberikan perbedaan di pada saat lomba berakhir. Kejadian Quartararo membuktikan bahwa ban memberikan efek pada semua pembalap. Positifnya kami mengalami hal tersebut sejak awal seri, sehingga saat ini sudah teratasi, jelas Dovi kemudian. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar