Porsche Susul Toyota Patenkan Teknologi Mobil Terbang

Berita Otomotif

Porsche Susul Toyota Patenkan Teknologi Mobil Terbang

WASHINGTON D.C – Porsche dilaporkan telah mempatenkan teknologi mobil terbang mereka, mengikuti pabrikan-pabrikan lain seperti Toyota.

Pabrikan otomotif asal Jerman tersebut, seperti dikutip dari Carscoops, sudah mendaftarkan hak cipta teknologi mobil terbang mereka di United States Patent and Trademark Office sejak 2 Juli 2019. Namun, publikasinya baru terjadi pada 9 Januari 2020.

Di dalamnya terdapat rincian teknologi mobil terbang dengan kemampuan tinggal landas dan mendarat vertical (vertical take-off and landing/VTOL). Ada pula serangkaian gambar sederhana dari teknologi tersebut.

Melihat tanggal pendaftarannya, mungkin saja teknologi tersebut masih dikembangkan oleh Porsche sendirian dan belum bersama Boeing. Sekadar mengingatkan, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengeksplorasi teknologi mobil terbang baru terjadi pada penghujung tahun lalu.

Adapun tujuan kolaborasi Porsche – Boeing adalah mengeksplorasi pasar mobilitas udara premium dan mengekspansi lalu lintas urban ke ranah udara. Mereka kelak akan membuat purwarupa bersama-sama.

Porsche menyusul pabrikan-pabrikan lain yang sebelumnya sudah mempatenkan teknologi mobil terbang mereka masing-masing. Di antaranya adalah produsen mobil terbesar sejagad, Toyota, yang lebih dulu melakukannya pada akhir 2018.

Hyundai juga diketahui telah memiliki divisi mobil terbangnya sendiri. Unit bernama Urban Air Mobility Division itu diumumkan pada Oktober 2019.

Lebih lanjut, di dalam dokumen terlihat bahwa mobil terbang Porsche mempunyai empat baling-baling (propeller) besar. Dua di antaranya menghadap ke bawah untuk menyediakan dorongan ke atas.

Dua lainnya terdapat pada buritan. Sepasang baling-baling ini bisa diarahkan ke bawah untuk membantu gaya dorong ke atas dan bisa pula diarahkan ke belakang untuk menimbulkan gaya dorong ke depan setelah lepas landas.

Kabinnya sendiri kecil. Kapasitasnya yang hanya memuat dua penumpang jelas terlihat.

“Alih-alih menggunakan rotor yang bergerak bebas, saluran baling-baling plural dengan ukuran berbeda bisa digunakan untuk mengendalikan mobil terbang. Cara ini dikenal dan dipakai di industri aerospace, seperti pada hovercraft atau fanboat,” tulis Porsche dalam deskripsi paten.

Sistem penggeraknya juga nihil emisi gas buang. Pasalnya, menurut Porsche, mobil terbang mereka murni menggunakan baterai plus motor penggerak listrik. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support