Kantor BMW Korea Selatan Didatangi Polisi Terkait Terbakarnya Puluhan Mobil

Berita Otomotif

Kantor BMW Korea Selatan Didatangi Polisi Terkait Terbakarnya Puluhan Mobil

SEOUL – Polisi mendatangi kantor BMW Korea Selatan menyusul terbakarnya puluhan mobil di sana.

Sebanyak 30 petugas dari Seoul Metropolitan Police Agency, seperti dikutip dari Yonhap News Agency, ‘menyerbu’ kantor BMW di Junggu, Seoul pada Kamis (30/8/2018) kemarin. Kepolisian ingin menginvestigasi terkait banyaknya mesin mobil yang terbakar di ‘Negeri Ginseng’.

Selama beberapa bulan ke belakang, sudah sekitar 40 kendaraan bermerek BMW terbakar. Para pemiliknya kemudian melaporkan kejadian ini kepada otoritas keamanan dan meminta kepolisian mendalami insiden ini.

Bukan cuma kepolisian saja yang sedang menelisik kejadian tersebut. Kementerian Transportasi Korea Selatan pun melakukan aksi yang sama secara terpisah.

BMW Korea Selatan sebelum ini sudah melakukan penarikan dan perbaikan (recall) terhadap 106 ribu unit mobil mereka. Recall dikenakan pada 42 model.

Pabrikan ini bakal melakukan penggantian exhaust gas recirculation (EGR) system yang diduga bermasalah. Recall ini kemudian menyebar ke Eropa dan mengenai 324 ribu mobil bermesin diesel.

Chairman BMW Korea Selatan Kim Hyo-Joon sudah meminta maaf atas isu ini. Namun, para konsumen mereka di negara tersebut tampaknya tidak terlalu mengindahkan permohonan maaf Kim.

Sebanyak 1.226 pemilik BMW di sana sudah kompak mengajukan tuntutan hukum untuk pabrikan pesaing Mercedes-Benz ini. Mereka meminta kompensasi 15 juta won atau sekitar Rp 199,08 juta per orang.

Kementerian Transportasi Korea Selatan juga ingin melarang peredaran 20 ribu unit mobil BMW yang termasuk dalam recall tapi belum menerima pemeriksaan keselamatan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar