Polisi Buka Posko Layanan SIM Khusus Korban Banjir

Berita Otomotif

Polisi Buka Posko Layanan SIM Khusus Korban Banjir

JAKARTA – Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya resmi membuka Posko layanan Surat Ijin Mengemudi (SIM) rusak maupun hilang bagi warga terdampak banjir.

Pengurusan dapat dilakukan di GOR Kampung Makasar, Jakarta Timur. Pelayanan dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga selesai. Hal ini disampaikan oleh Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo, Dirlantas Polda Metro Jaya.

“Silahkan bagi masyarakat yang ingin melakukan pengurusan. Semoga posko ini bermanfaat, kami siap membantu warga yang kesulitan mengurus SIM karena kebanjiran,” terangnya.

Adapun persyaratan yang perlu dilampirkan oleh pemohon SIM adalah :

SIM hilang wajib melampirkan :

  • Surat Laporan kehilangan dari Kepolisian
  • Surat keterangan RT/RW
  • Surat keterangan sehat dari dokter atau medis
  • KTP

SIM rusak Wajib Melampirkan :

  • Surat Keterangan RT/RW
  • Surat Keterangan sehat dari dokter
  • KTP
  • SIM yang rusak

Polisi Buka Posko Layanan SIM Khusus Korban Banjir

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta memang berdampak luas bagi masyarakat. Tidak sedikit dari korban yang harus meninggalkan tempat tinggal dan mengungsi. Dalam proses tersebut, tentunya banyak masyarakat yang kehilangan surat berharga.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa terjadi perbaikan kondisi banjir saat ini dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan infografis yang disampaikan, pada banjir 20 Februari 2021, jumlah RW yang tergenang mencapai 113. Angka ini jauh menurun bila dibandingkan dengan banjir 1 Januari 2020 yang menggenangi 390 RW. Demikian juga Jumlah luas area tergenang yang hanya 4 km2 sementara pada 1 Januari 2021 mencapai 156 km2.

Meski demikian, curah hujan pada 1 Januari 2020 adalah rekor tertinggi dalam beberapa tahun. Tercatat, curah hujan ketika itu mencapai 377 mm/hari. Angka tersebut jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan curah hujan pada 20 Februari 2021 yang hanya mencapai 226 mm/hari.

Pasar Minggu menjadi wilayah dengan curah hujan tertinggi karena mencapai 226,0 mm/hari. Angka itu jauh diatas Sunter Hulu yang berada diposisi kedua dengan curah hujan 197,0 mm/hari, Halim Perdana Kusuma 176,0 mm/hari dan Lebak Bulus mencapai 154,0 mm/hari.

Perlu diketahui bahwa curah hujan dengan intensitas 100-150 mm/hari sudah masuk ke kategori sangat lebat. Sementara untuk curah hujan diatas 150 mm/hari sudah masuk ke kategori ekstrim. Sedangkan sistem drainase di Jakaria hanya memiliki daya tampung maksimal 100 mm/hari. Dengan demikian, bila intensitas hujan di atas itu maka dipastikan akan terjadi genangan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar