Peugeot: Dulu Produk Kami Kurang Sesuai untuk Indonesia, Kini Akan Beda

Berita Otomotif

Peugeot: Dulu Produk Kami Kurang Sesuai untuk Indonesia, Kini Akan Beda

JAKARTA - Peugeot diakui sudah cukup lama menjadi ‘singa yang tertidur’ di Indonesia dan salah satu alasan utamanya adalah pilihan-pilihan model terdahulu kurang pas untuk konsumen negeri ini. Hal itu diklaim sudah berubah.

Peugeot kini memasuki fase baru, dengan penunjukkan Chief Executive Officer (CEO) anyar oleh salah satu pemegang saham mereka di sini yaitu PT. Astra International. Rokky Irvayandi, yang 16 tahun berkarier di PT. Astra Daihatsu Motor, dipercaya menjadi orang nomor satu di merek asal Prancis tersebut.

Di dalam acara perkenalan sekaligus buka puasa bersama, Rokky mengatakan dahulu model-model Peugeot yang tersedia memang kurang memfasilitasi selera konsumen Tanah Air.

“Semuanya itu, kan, tergantung produknya, ya. Pada masa lalu produk-produk yang dimiliki Peugeot kami nilai kurang sesuai dengan pasar Indonesia karena itu kami menunggu produk mana nih yang sesuai sehingga bisa diterima pasar di sini,” tandasnya meladeni pertanyaan Mobil123.com pada Kamis (24/5/2019) malam di Senayan, Jakarta.

Berdasarkan penelusuran di data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebelum 2018, model-model Peugeot lebih banyak city car, hatchback, atau sedan di Indonesia. Pada 2016 misalnya ada 207, 408, 508, RCZ, dan satu sport utility vehicle (SUV) 3008.

Sementara, pada 2017, ada 508, RCZ, dan SUV 3008. Pada 2018 Peugeot ibarat melakukan ‘rebooth’ dengan meluncurkan 3008 generasi terbaru dan hanya menjual satu model tersebut hingga sekarang.

Dari sisi penjualan, pada 2016 wholesales Peugeot adalah 41 unit, disusul 34 unit pada 2017. Pada 2018 jumlahnya amat meningkat untuk ukuran mereka yakni 139 unit.

“Sebenarnya sebelum itu (2018) kami juga menjual 3008 dan 5008 yang generasi lama. Tapi yang dibawa adalah tipe bawahnya. Sekarang kami masukkan 3008 model baru tipe paling paling atas GT-Line sehingga memang segmennya beda karena harganya juga beda. Dulu Rp 400 - 500 juta dan sekarang Rp 700 juta,” paparnya.

Rokky menjelaskan optimisme pihaknya antara lain didasari oleh perubahan besar pada Peugeot global sejak 2017. Perubahan itu utamanya dari sisi produk.

“Dari sisi desain berubah banget. Pertama itu produksi 3008 pada 2017 dan di Eropa sendiri langsung dapat penghargaan mobil terbaik di sana. Di 2018 kami masukkan ke sini. Kalau saya lihat review-review teman-teman media pun hasilnya sangat positif dan kalau saya lihat juga komentar dari konsumen-konsumen yang sudah beli juga sangat positif dari sisi eksterior interior dan juga performanya. Sangat positif,” tandasnya.

Hal ini akan dilanjutkan dengan peluncuran satu SUV baru lagi tahun ini. SUV tersebut rencananya akan mengaspal bulan depan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support