Petinggi Ford Tentang Travel Ban Trump

Berita Otomotif

Petinggi Ford Tentang Travel Ban Trump

DETROIT - Protes dikeluarkan oleh petinggi Ford atas travel ban yang dikeluarkan Presiden Donald Trump.

Duet petinggi Ford, Executive Chairman Bill Ford Jr dan CEO Mark Fields baru saja mengeluarkan keputusan bersama. Intinya seluruh keluarga besar Ford Motor Co. (FMC) tidak sepaham dengan keputusan Donald Trump soal travel ban kepada 7 negara mayoritas muslim yang dikeluarkan pekan lalu. 

"Menghormati semua orang adalah nilai inti dari Ford Motor Company. Dan kami bangga dengan keragaman di perusahaan, di rumah juga di seluruh dunia. Itulah sebabnya kami tidak mendukung kebijakan ini atau hal lainnya yang bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan kami," berikut kutipan keputusan bersama petinggi FMC.

Isi dari keputusan ini selanjutnya dikirim kepada seluruh karyawan FMC juga beberapa media di Amerika Serikat. Para eksekutif mengatakan mereka juga belum mengetahui apakah ada  pekerja Ford terkena larangan perjalanan ini.  

"Kami akan terus bekerja untuk memastikan kesejahteraan karyawan dengan mempromosikan nilai-nilai luhur dan pengembangan lingkungan perusahaan," isi lanjutan keputusan bersama Ford dan Fields. 

Keputusan  travel ban yang dikeluarkan oleh Presiden baru Amerika Serikat ini menuai banyak implikasi. Menurut administrasi Gedung Putih, pemerintah melakukan hal ini demi membentengi keamanan nasional.

Ini kemudian memicu gejolak dan menjadi cukup meresahkan di Amerika Serikat. Protes berlangsung di hampir seluruh penjuru pada akhir pekan lalu seperti di hampir seluruh bandara dan pihak oposisi pun menarik diri dari beberapa posisi di pemerintahan Trump. 

Sementara itu, United Auto Workers (UAW) juga datang menentang kebijakan Trump.  

"Kita harus melindungi keamanan nasional sambil tetap setia pada nilai-nilai yang telah membuat kami menjadi bangsa besar. UAW menentang diskriminasi dalam bentuk apapun dan mencela kebijakan apa pun yang menghakimi orang berdasarkan agama, ras atau bangsa asli mereka," jelas Dennis Williams, Kepala UAW.

Sampai sejauh ini belum ada pabrikan otomotif Amerika Serikat yang melakukan protes mengikuti jejak FMC. Jika selalu terjadi gonjang-ganjing, rasanya akan semakin menantang untuk mengembalikan kejayaan Detroit menjadi kota industri otomotif nomor 1 dunia seperti yang dicita-citakan Trump. Tunggu kabar selanjutnya. [Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support