Pesanan Menumpuk, Daihatsu Khawatir Stok Tidak Cukup

Berita Otomotif

Pesanan Menumpuk, Daihatsu Khawatir Stok Tidak Cukup

JAKARTA – Meski mendapatkan banyak pemesanan, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengaku bahwa ini akan menimbulkan masalah baru.

Sejak terbitnya aturan potongan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBN yang diberlakukan oleh Pemerintah, jumlah pesanan kendaraan Daihatsu meningkat tajam. Mereka menyampaikan bahwa jumlah pesanan pada 1-17 Maret 2021 meningkat 161% bila dibandingkan periode yang sama bulan lalu.

Namun, tingginya pemesanan tersebut berpotensi menimbulkan masalah terkait ketersediaan barang. Pasalnya, stok kendaraan yang dimiliki dealer diperkirakan tidak akan mencukupi untuk memenuhu permintaan.

“Ada yang harus kami pertikan bahwa naiknya luar biasa namun belum tentu kami memenuhu permintaan tersebut. Di Daihatsu, kami ada lebih dari 300 vendor dan mereka memiliki mekanisme masing-masing. Saat ini vendor hanya mampu bertahan untuk naik atau turun sebesar 20%. Sementara berdasarkan data, kenaikannya mencapai 120%. Tentu kenaikan ini tidak serta merta dapat dipenuhi oleh vendor maupun kami sebagai APM,” ungkap Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT ADM.

Daihatsu Xenia

Ia pun menambahkan bahwa bila suplai tersebut tidak dapat dipebuhi, maka dikhawatirkan pelanggan akan langsung komplain. Terlebih bagi mereka yang membeli kendaraan dengan harapan barang sudah tersedia di delaer.  

“Untuk kenaikan yang sebesar ini, saya percaya stok di dealer tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan tersebut. Terutama untuk varian yang kenaikannya luarbiasa yaitu Daihatsu Xenia dan Daihatsu Terios. Jadi kemungkinan konsumen yang berharap PPnBM 0% justru tidak mendapatkan unit. Kalau mereka mendapatkan unit di bulan Juni, maka PPnBMnya sudah 50%. Nah itu ada kemungkinan mereka marah,” terangnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). Menurutnya, tingginya permintaan terbentur dengan kebijakan protokol kesehatan.

“Kenapa suplay tidak bisa tiba-tiba meningkat adalah karena kami masih bekerja dengan protokol kesehatan. Dengan protokol kesehatan ini kan semuanya harus menjaga jara sehingga jumlah produksinya pun tidak bisa normal. Oleh karenanya, suplai kendaraan hingga kini masih terbatas,” terangnya kemudian.

Sebelumnya diberitakan bahwa jumlah pemesanan Daihatsu pada 1-17 Maret 2021 meningkat hingga 161% bila dibandingkan dengan 17-17 Februari 2021. Kenaikan ini didorong oleh banyaknya kendaraan Daihatsu yang terdampak relaksasi PPnBM khususnya Daihatsu Xenia dan Daihatsu Terios. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar