Perusahaan Iklan Dentsu Curangi Kliennya

Berita Otomotif

Perusahaan Iklan Dentsu Curangi Kliennya

TOKYO – Perusahaan iklan Dentsu asal Jepang baru-baru ini mengakui telah melakukan kecurangan terhadap para kliennya dengan meminta bayaran lebih dalam pembayaran iklan.

Skandal ini muncul ketika salah satu klien mereka Toyota Motor Corporation (TMC) mengajukan komplain terhadap Dentsu pada bulan Juli lalu. Saat itu TMC menemukan berbagai macam penyimpangan data yang diberikan saat ingin meningkatkan efektivitas dari iklan mereka.

Setelah diusut, ternyata Dentsu telah berbohong dan meminta bayaran lebih yang tidak sesuai klausul dari kliennya. Hal ini telah berjalan sekitar 4 tahun atau terindikasi dimulai sejak 2012.

Seperti dikutip dari Asahi Shimbun, hingga saat ini telah teridentifikasi 633 kasis kecurangan dan kelebihan tagihan pada klien sebesar 230 juta yen atau sekitar Rp 30 miliar.

Dentsu sendiri mengatakan bahwa mereka sedang terus melakukan investigasi internal dan berjanji akan mengumumkan hasilnya paling lambat akhir 2016. Mereka juga mengatakan jika skala kasus ini bisa jadi berlipat ganda. Ini dilihat dari jumlah iklan internet yang mencapai lebih dari 200.000 iklan internet dengan melibatkan 1.810 klien mereka.

“Kami sudah mengendalikan situasi dengan menambah staf lebih banyak untuk mengatasi hal ini. Sumber masalah ini sejatinya data datang dari management bukan masalah individu tertentu,” jelas Senior Executive Vice President Dentsu, Shoichi Nakamoto yang tampak tertunduk meminta maaf di depan publik.

Skandal ini berputar di dalam kontrak mereka dengan klien untuk situs dan aplikasi smartphone. Perusahaan menemukan 14 kasus di mana Dentsu meminta bayaran lebih dengan total 32 juta Yen (sekitar 4 milyar Rupiah) walaupun iklan yang diminta tidak diunggah ke internet seperti tertulis di kontrak.

Kecurangan lain dilakukan Dentsu adalah mengunggah iklan di periode berbeda dengan yang ada dalam kontrak klien. Perusahaan dan anak perusahaan Dentsu juga membuat laporan palsu kepada klien terkait dengan jumlah view, di mana iklan tersebut diunggah dan masih banyak masalah terkait lainnya.

Pihak Dentsu juga mengatakan siap melakukan negosiasi untuk menyelesaikan kerugian klien sebesar Rp 30 miliar. Mekanisme pengembaliannya tentu akan ditentukan setelah kompromi tercapai.

Jika Anda bekerja di media khususnya di bagian account executive atau pencari iklan tentu sangat familiar dengan Dentsu. Perusahaan ini dikenal sebagai konsultan atau pemberi saran pada klien mengenai penempatan ilkan berikut dengan detailnya hingga bagaimana cara mencapai target yang tepat. [Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual