Pertamina Tingkatkan Suplai Solar Bersubsidi

Berita Otomotif

Pertamina Tingkatkan Suplai Solar Bersubsidi

JAKARTA – Pertamina menambah 20 persen suplai Solar untuk memastikan pemerataan penyaluran dan melakukan percepatan distribusi ke masyarakat.

Langkah ini dilakukan setelah ditemukannya Solar Subsidi yang ternyata salah sasaran. Temuan di Pertamina di lapangan menunjukkan bahwa BBM Bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.

Padahal sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, BBM tertentu termasuk Solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin atau CC yang kecil.

“Bagi masyarakat golongan mampu, agar menggunakan BBM non subsidi yang ketersediaannya memang lebih banyak, sehingga BBM subsidi dapat lebih dinikmati oleh penggunanya sesuai ketentuan,” ungkap Fajriyah Usman, VP Corporate Communication Pertamina.

Padahal, jumlah BBM bersubisidi, termasuk Solar jumlahnya dibatasi setiap tahunnya. Untuk tahun 2019, kuota Solar bersubsidi hanya 14,5 juta KL atau turun dibandingkan kuota tahun lalu yang mencapai 15,6 juta KL.

Berdasarkan data dari Pertamina, Solar merupakan bahan bakar diesel dengan angka cetane 48 yang hanya sesuai untuk kendaraan bermesin diesel dengan teknologi lama dengan kandungan sulfur 2500 ppm. Umumnya kendaraan ini dipakai untuk angkutan umum seperti bus dalam kota.

Sementara untuk kendaraan pribadi harus menggunakan BBM non subsidi yaitu Dexlite atau Pertamina Dex sebagai pengganti Solar.  Sedangkan Pertalite, Pertamax ataupun Pertamax Turbo sebagai pengganti Premium. Selain jenis BBM tersebut lebih baik untuk kehandalan dan keawetan mesin kendaraan, BBM tersebut juga tergolong lebih ramah lingkungan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support