Pertamina Jelaskan Proses Pembuatan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Berita Otomotif

Pertamina Jelaskan Proses Pembuatan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

JAKARTA - Pertamina menjelaskan secara singkat mengenai pengolahan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil atau CPO)) agar menjadi Green Fuel (Green Gasoline atau Green Diesel).

Proses pembuatannya dilakukan oleh Refinery Unit (RU) III Plaju. Mereka menggabungkan sumber bahan bakar alami dengan sumber bahan bakar fosil untuk diproses di dalam kilang sehingga menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan.

Proses pengolahan CPO dilakukan di fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking Unit (RFCCU) yang berada di kilang Pertamina Plaju, berkapasitas 20 MBSD (ribu barel stream per hari). CPO tersebut adalah jenis yang telah diolah dan dibersihkan getah serta baunya.

CPO tersebut lebih dikenal dengan nama RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil). RBDPO dicampur dengan sumber bahan bakar fosil di kilang dan diolah dengan proses kimia sehingga menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan.

“Pencampuran langsung CPO dengan bahan bakar fosil di kilang ini secara teknis lebih sempurna dengan proses kimia, sehingga menghasilkan bahan bakar bensin dengan kualitas lebih tinggi karena nilai octane mengalami peningkatan,” Budi Santoso Syarif, Direktur Pengolahan Pertamina.

Hasil implementasi co-processing tersebut telah menghasilkan Green Gasoline Octane 90 sebanyak 405 MB/Bulan atau setara 64.500 Kilo Liter/Bulan dan produksi Green LPG sebanyak 11.000 ton per bulan.

“Upaya ini sangat mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan devisa, dimana Pertamina bisa menghemat import crude sebesar 7.36 ribu barel per hari atau dalam setahun menghemat hingga USD 160 juta,” tambahnya.

Ke depan, langkah ini akan diikuti di kilang lainnya yakni di RU Cilacap, Balongan dan Dumai serta akan diperluas untuk jenis bahan bakar lainnya, baik green diesel (bahan bakar solar) maupun green avtur. Pertamina bahkan sudah melakukan riset untuk menciptakan katalis buatan dalam negeri yang dapat digunakan untuk proses tersebut. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar