Pertamina dan Gojek Segera Selesaikan Studi Ekosistem Kendaraan Listrik

Berita Otomotif

Pertamina dan Gojek Segera Selesaikan Studi Ekosistem Kendaraan Listrik

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) bersama Gojek tengah menyiapkan infrastruktur penggantian baterai untuk kendaraan listrik yang akan selesai pada akhir Desember 2020.

Sebelumnya, PT Pertamina dan Gojek telah menandatangi nota kesepahaman pada bulan April 2020 lalu. Ketika itu mereka sepakat untuk melakukan studi kelayakan pengembangan pengisian daya dan atau infrastruktur penggantian baterai untuk kendaraan listrik. Selain itu mereka juga mencari model usaha dan pelaksanaan proyek awal untuk pengisian daya dan atau infrastruktur penggantian baterai kendaraan listrik.

Pada tahap ini Pertamina dan Gojek menguji 25 sepeda motor listrik dengan 5 stasiun penukaran baterai. Kelima stasiun penukaran baterai tersebut berada wilayah Jakarta Pusat yaitu di Pool Gojek Petojo, Olimart MH Thamrin, SPBU Mangga Besar (31.107.03), SPBU Cikini (31.103.03) dan SPBU Abdul Muis (31.102.02). Studi ini dijadwalkan selesai pada Desember 2020.

Pertamina dan Gojek Segera Selesaikan Studi Ekosistem Kendaraan Listrik
“Pertamina menyadari bahwa kendaraan listrik merupakan tantangan sekaligus memberikan peluang bagi pengembangan portofolio bisnis perusahaan di masa depan. Untuk itu, kami berupaya untuk menjawab tantangan dengan mulai mempersiapkan diri masuk di dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai tindakan antisipasi transisi energi yang akan terjadi,” ujar Fajriyah, Vice President Communication Pertamina.

Sejalan dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Pertamina juga mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terletak di SPBU Fatmawati dan siap beroperasi diakhir Desember ini. Peluncuran “SPBU Listrik” ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri yang akan melayani masyarakat secara langsung.

“Pertamina memerlukan dukungan penuh dari seluruh stakeholder baik dari pemerintah, Lembaga riset, pelaku bisnis dan pemangku kepentingan lainnya dengan turut berpartisipasi dalam penyediaan infrastruktur kendaraan ramah lingkungan yang dapat menurunkan emisi gas rumah kaca,” tambah Fajriyah.

Produsen kendaraan di Indonesia belakangan ini memang mulai bergerak untuk mengenalkan kendaraan listrik di Tanah Air. Hyundai adalah salah satunya. Produsen mobil asal Korea Selatan ini bahkan langsung mengenalkan dua kendaraan listrik mereka yaitu Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona yang dijual dengan harga kurang dari Rp 700 juta.

Tak ketinggalan, Lexus Indonesia juga resmi meluncurkan kendaraan listrik mereka yaitu UX300e beberapa waktu lalu. Mobil tersebut dijual dengan harga Rp 1,2 miliar dan pelanggan mendapatkan AC Wall Charger untuk mengisi daya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar