Permintaan Mobil Listrik Dunia akan Terus Naik, Indonesia Ingin Kebagian ‘Kue’

Berita Otomotif

Permintaan Mobil Listrik Dunia akan Terus Naik, Indonesia Ingin Kebagian ‘Kue’

JAKARTA – Pemerintah akan mengakselerasi perkembangan industri mobil listrik beserta komponennya di Indonesia. Apalagi, permintaan kendaraan listrik dunia diproyeksikan bakal terus naik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri otomotif sebagai salah satu sektor prioritas dalam peta jalan (road map) Making Indonesia 4.0. Target utamanya menjadikan negara ini export hub otomotif global.

“Baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak (internal combustion engine/ICE) maupun kendaraan listrik (electrical vehicle/EV),” tandasnya ketika menghadiri The International Conference on Battery for Renewable Energy for Electric Vehicle (ICB-REV) baru – baru ini, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Toyota Corolla Cross Hybrid

Bukan industri perakitan kendaraan saja yang disasar. Indonesia juga ingin masuk dalam rantai suplai komponen otomotif dunia khususnya mobil listrik.

Ada tiga komponen utama mobil listrik yang industrinya ingin dikembangkan di sini.

“Baterai, motor (penggerak) listrik, dan inverter,” ujar Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier dalam acara yang sama.

Pasar mobil listrik global diprediksi terus membesar. Pada 2040, lanjut dia, permintaan EV akan mencapai sekitar 55 juta unit.

“Pertumbuhan ini tentunya mendorong peningkatan kebutuhan baterai lithium-ion (LiB),” tukasnya.

SPKLU mobil listrik

Di Nusantara sekarang telah ada sembilan korporasi yang dapat menyokong pengembangan industri baterai. Lima perusahaan di antaranya ialah penyedia bahan baku (nikel murni, kobalt murni, nikel ferro, endapan hidroksida campuran) sedangkan empat sisanya merupakan produsen baterai.

“Dengan demikian, Indonesia mampu mendukung rantai pasokan baterai mulai dari bahan baku, kilang, manufaktur sel baterai dan perakitan baterai, hingga daur ulang,” pungkas Taufiek lagi.

Pemerintah, mulai akhir 2021, akan menerapkan berbagai insentif bagi mobil listrik. Namun, model yang menerimanya diwajibkan untuk dirakit lokal dalam jangka waktu tertentu.

Pada 2025, pemerintah menargetkan 20 persen perakitan roda empat dan roda dua lokal dikontribusikan oleh kendaraan listrik. Teknologinya bisa hybrid, plug-in hybrid (PHEV), sampai mobil listrik murni.

Pemerintah pun memberikan insentif kepada produsen – produsen baterai mobil listrik yang menanamkan modal di Indonesia. Sejauh ini, sudah ada komitmen investasi dari pemain – pemain besar macam CATL dan LG Chemicals untuk membangun pabrik di Tanah Air. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar