Penyelenggara Formula E: Belum Ada Keputusan Jakarta Jadi Tuan Rumah

Berita Otomotif

Penyelenggara Formula E: Belum Ada Keputusan Jakarta Jadi Tuan Rumah

JAKARTA - Penyelenggara Formula E membantah pengakuan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, bahwa Ibu Kota Indonesia ini sudah dipastikan menjadi tuan rumah ajang balap tersebut pada 2020.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anies, melalui akun Facebook resminya pada awal pekan ini, mengumumkan bahwa Jakarta akan menjadi tuan rumah baru Formula E, setelah ia mencapai kesepatan dengan penyelenggara dalam negosiasi di New York, Amerika Serikat. Kota pusat pemerintahan dan perekonomian Indonesia ini menurut dia bakal menggelarnya pada pertengahan 2020.

Beberapa hari setelah pengumuman tersebut, penyelenggara Formula E buka suara. Menurut mereka, Jakarta dan pihaknya memang sedang menjalin diskusi yang berjalan dengan sangat baik dan lancar, tapi belum ada keputusan apa pun soal Jakarta sebagai tuan rumah.

“Kami dalam pembicaraan di tahap yang lebih mendalam lagi (dengan Pemerintah Daerah Jakarta). Namun, belum ada keputusan mengenai hasil akhirnya,” tandas Alejandro Agag, Chief Executive Officer Formula E, seperti dikutip dari Motorsport.com.

Formula E sendiri dapat dikatakan sebagai salah satu ajang balap mobil terpopuler sejagad setelah Formula One. Hanya saja, mobil-mobil balap Formula E memiliki sistem penggerak murni listrik, tidak ada lagi mesin pembakaran dalam sehingga nihil emisi gas buang. Balapan pun selalu digelar di sirkuit jalan raya.

Formula E saat ini punya dua slot kosong untuk musim balap 2019/2020. Slot kosong pertama adalah untuk balapan pada 14 Desember 2019, sementara slot kosong selanjutnya selanjutnya ada pada 2020.

Persoalan terkait mobil listrik sendiri menjadi salah satu topik hangat di industri otomotif Indonesia. Pasalnya, pemerintah pusat kini sedang menyusun regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang salah satu tujuannya adalah memberikan insentif pajak kepada mobil hybrid maupun mobil listrik murni.

Pemerintah menginginkan agar mobil hybrid dan mobil listrik murni berkontribusi 20 persen dari produksi mobil nasional pada 2025. Adapun volumenya diperkirakan adalah 400 ribu unit.

Berbagai pabrikan menanti-nanti aturan tersebut. Seperti misalnya Nissan yang ingin meluncurkan mobil listrik Leaf pada 2020, juga mobil hybrid Note e-Power dan waktunya kemungkinan juga pada 2020. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support