Penjualan Toyota di Indonesia Turun 5 Persen di 2018 Karena Kompetisi

Berita Otomotif

Penjualan Toyota di Indonesia Turun 5 Persen di 2018 Karena Kompetisi

JAKARTA – Penjualan Toyota di Indonesia pada 2018 turun karena kompetisi makin ketat, khususnya di segmen low multi purpose vehicle (LMPV). Meski demikian, Indonesia dipercaya masih memegang status pasar keempat Toyota secara global tahun lalu.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan penjualan wholesales mereka pada 2018 mencapai sekitar 352 ribu unit. Volume tersebut tidak termasuk merek Lexus.

Adapun pada 2017, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volumenya mencapai 371.332 unit. Penurunannya sekitar 5 persen year on year. Pangsa pasar Toyota mengecil dari 34 persen menjadi 31 persen.

“Ada cukup banyak penyebab penurunannya. Pertama adalah karena kompetisi. Di tahun-tahun belakangan kompetisi memang cukup berat. Kedua, di segmen tertentu seperti low cost green car (LCGC) kami masih mengalami beberapa isu seperti (ketatnya) pembiayaan dan sebagainya. Itu juga mempengaruhi,” jelasnya saat diwawancarai usai peluncuran All-New Toyota Camry pada awal pekan ini di Jakarta.

Sebagai informasi, sejak 2017 segmen terpopuler sekaligus paling berpengaruh di Indonesia yaitu LMPV kedatangan pemain baru yakni Mitsubishi Xpander plus Wuling Confero. Ada pula Wuling Cortez di segmen medium MPV yang harganya menyenggol varian-varian teratas segmen LMPV.

Pasar tahun lalu juga menghadapi tantangan-tantangan lain seperti kredit macet, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga sekitar 6-7 persen. Dengan kondisi demikian, kemunculan MPV-MPV baru tak bisa mengangkat penjualan LMPV yang turun 0,5 persen year on year menjadi 445,6 ribu unit per Januari - November.

Pasar mobil secara total pada 2018 sendiri hampir pasti tumbuh sedikit, dari 1,079 juta unit menjadi 1,1 juta unit. Gaikindo masih mengkalkulasi datanya. Ini terjadi berkat performa positif segmen komersial plus sport utility vehicle (SUV). Distribusi mobil-mobil komersial ke pasar diperkirakan naik di atas 30 persen.

SUV pun tumbuh. Meski data pastinya belum diketahui, pada 11 bulan pertama 2018 saja pertumbuhan penjualan total SUV mencapai 21,3 persen menjadi 181,5 ribu unit.

Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur TAM, mengatakan koreksi penjualan terbesar bagi Toyota tahun lalu antara lain adalah segmen MPV, yaitu LMPV Avanza serta medium MPV Sienta. Ia mencontohkan wholesales Avanza adalah 82.260 unit, dari 116.311 unit pada 2017.

“Yang berkembang itu bukan di MPV tapi di SUV dan kami sangat bersyukur di sana punya All-New Toyota Rush dengan kenaikan penjualan sangat signifikan. (Penjualan total) kami turun karena pergerakan itu. Tapi kami sangat bersyukur Avanza di tengah persaingan seperti itu dan saat MPV stagnan tetap jadi pilihan utama,” ujar Henry.

Pasar Keempat Terbesar
Walau penjualan di 2018 menurun, Anton percaya Indonesia masih dapat mempertahankan posisi menterengnya di antara pasar global Toyota lain. Pasalnya, pada 2017, Indonesia adalah pasar keempat terbesar Toyota di seluruh dunia di bawah Amerika Serikat (AS), China dan Jepang.

“Kami masih tunggu hasil dari negara-negara lain. Itu posisi 2017. Mudah-mudahan bisa tetap kami pertahankan. Kalau dibandingkan negara-negara lain, pangsa pasar di sini yang 30 persen ke atas sudah cukup tinggi. Bahkan di Amerika Serikat sendiri pangsa pasar Toyota tak lebih tinggi dari 20 persen,” tukasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support