Penjualan Renault-Nissan-Mitsubishi 2017 Lewati Toyota Group & Ancam VW Group

Berita Otomotif

Penjualan Renault-Nissan-Mitsubishi 2017 Lewati Toyota Group & Ancam VW Group

Paris – Masuknya Mitsubishi Motors ke Renault-Nissan Alliance (sehingga menjadi Renault-Nissan-Mitsubishi) pada Oktober 2016 membuat percaturan dunia otomotif berubah dan persaingan semakin ketat.

Jika selama bertahun-tahun pertarungan 3 besar antara General Motors (GM), Toyota Group dan Volkswagen Group, maka sejak 2016 ketiga grup besar tersebut mendapat ancaman serius dari Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance.

Di 2016, dengan penjualan 9,9 juta kendaraan Alliance masih di bawah General Motors (10 juta kendaraan), VW Group (10,3 juta kendaraan) dan Toyota Group (10,175 juta unit). Namun pada 2017 penjualan Alliance menjadi 10.608.366 kendaraan.

Pencapaian penjualan Alliance di 2017 sudah melampaui Toyota Group (10,386 juta unit) dan semakin mendekati VW Group (10.741.500 kendaraan). Bahkan secara pertumbuhan penjualan, Alliance paling tinggi dengan 6,5%, sementara VW Group 4,3% dan Toyota Group paling rendah 2,1%.

Sepertinya, Aliansi akan semakin meninggalkan Toyota Group dan VW Group kecuali jika mereka melakukan langkah-langkah strategis karena pada 2022, Aliansi berambisi menjual 14 juta kendaraan.

Aliansi Renault-Nissan berdiri pada 1999 dan Mitsubishi bergabung pada Oktober 2016. Pada 2017, Aliansi beroperasi di hampir 200 negara di dunia. Aliansi terdiri dari 10 merek Renault, Nissan, Mitsubishi Motors, Dacia, Renault Samsung Motors, Alpine, Lada, Infiniti, Venucia dan Datsun. [Idr]



Indra Prabowo

Indra Prabowo

Senang menulis mobil dan sepedamotor dari sisi kendaraan itu sendiri hingga perkembangan teknologi. Dia sendiri paling menyukai jika disodorkan SUV untuk dibawa ke mana dia suka, tentu saja medan offroad.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual