Penjualan Mobil Naik, Keuntungan Grup Astra dari Bisnis Otomotif Malah Turun

Berita Otomotif

Penjualan Mobil Naik, Keuntungan Grup Astra dari Bisnis Otomotif Malah Turun

JAKARTA – Meski penjualan mobil Indonesia serta PT. Astra International (Grup Astra) masih sama-sama naik, laba bersih perusahaan tersebut dari bisnis otomotif malah turun.

Grup Astra, melalui laporan keuangan yang diterima Mobil123.com baru-baru ini, mengumumkan penerimaan laba bersih sebanyak Rp 8,5 triliun sepanjang 2018. Penerimaan tersebut lebih rendah 4 persen jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya (year on year).

Hal ini, menurut penjelasan mereka, disebabkan oleh berkurangnya margin operasi karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu. Untungnya, performa positif ekspor otomotif Grup Astra turut mengimbangi reduksi margin operasi otomotif.

Sebagai informasi, kurs rupiah melambung dari kisaran Rp 13.500 per dollar AS pada permulaan 2018 menjadi kisaran Rp 14.800 per dollar AS di akhir tahun tersebut dan pasar mobil yang masih banyak mengimpor bahan baku paling terdampak. Nahasnya, pabrikan-pabrikan mobil harus menahan harga hingga saat-saat terakhir karena kondisi daya beli pasar yang sedang menurun ditambah makin ketatnya persaingan.

Perang harga, diakui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), juga sedang terjadi di pasar mobil Indonesia. Adapun pengaruh industri roda empat terhadap performa bisnis otomotif Grup Astra adalah yang paling besar, khususnya lewat merek Toyota.

Lebih lanjut, penjualan mobil nasional sendiri meningkat 7 persen year on year di 2018 menjadi 1,15 juta unit. Transaksi jual-beli mobil yang ditangani Grup Astra yaitu ToyotaDaihatsu, Isuzu, Peugeout secara akumulatif lebih tinggi 1 persen menjadi 582 ribu unit.

Kendati begitu, karena kompetisi yang makin ketat, pangsa pasar Grup Astra turun dari 54 persen menjadi 51 persen. Salah satu raksasa bisnis Indonesia tersebut telah merilis 18 model mobil baru plus tujuh model revamped.

Di sisi lain, penjualan sepeda motor nasional juga positif 8 persen year on year menjadi 6,4 juta unit. Merek yang ada di bawah control Grup Astra, Honda, meningkat 8 persen performanya menjadi 4,8 persen dengan pangsa pasar stabil di 75 persen.

Honda meluncurkan enam model baru plus 19 model revamped sepanjang 2018.

Bisnis komponen otomotif ‘Geng Astra’ melalui PT. Astra Otoparts mengalami peningkatan laba bersih 11 persen menjadi Rp 611 miliar. Ini disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari meningkatnya kinerja penjualan pasar pabrikan otomotif (OEM/original equipment manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market).

Laba Bersih Tujuh Bisnis Grup Astra
Secara keseluruhan, laba bersih Grup Astra dari tujuh lini bisnis mereka naik 15 persen menjadi Rp 21,7 triliun. Ada peningkatan kontribusi dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, serta segmen bisnis jasa keuangan yang kenaikannya melebihi dari penurunan kontribusi dari segmen agribisnis dan bisnis otomotif.

“Grup telah mencapai kinerja yang baik pada tahun 2018, tetapi situasi bisnis tahun 2019 tampaknya lebih menantang karena ketidakpastian kondisi makro ekonomi, pasar mobil yang sangat kompetitif dan penurunan harga komoditas," ucap Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Grup Astra. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar