Jadi Ibukota Baru, Penjualan Mobil di Kaltim Diprediksi Bergairah

Berita Otomotif

Jadi Ibukota Baru, Penjualan Mobil di Kaltim Diprediksi Bergairah

JAKARTA - Para pabrikan otomotif percaya perpindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) bakal meningkatkan transaksi jual-beli mobil di sana. Peningkatan akan dimulai dari kendaraan komersial, disusul kemudian oleh kendaraan penumpang.

Sekadar mengingatkan, Presiden Joko Widodo saat ini serius menggarap rencana pemindahan Ibu Kota ke Kaltim pada 2024. Daerah yang disasar sebagai suksesor Jakarta berada sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara, sedangkan sebagian lainnya di Kabupaten Kutai Kertanegara.

Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), menilai perpindahan Ibu Kota bakal diikuti oleh mobilitas yang juga berpindah. Hal ini bisa berdampak pada peningkatan penjualan di Kalimatan pada umumnya dan Kaltim pada khususnya.

Akan tetapi, seberapa besar peningkatannya belum bisa diproyeksikan karena perlu sebuah studi terlebih dahulu. Penjualan mobil di Kaltim sendiri saat ini masih relatif kecil.

“Secara penjualan nasional di 2019 ini, Kaltim berkontribusi sekitar 2 persen terhadap penjualan nasional,” tandasnya melalui pesan singkat baru-baru ini di Jakarta.

Saat ini Toyota punya 7 outlet di Kaltim. Soerjo menjelaskan pihaknya tentu bakal mempelajari kemungkinan penambahan jaringan sesuai dengan peningkatan permintaan di sana.

Mobil Niaga Dulu
Setali tiga uang dengan keterangan Soerjo, Donny Saputra selaku Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) saat diwawancarai pada kesempatan berbeda meyakini penjualan mobil di Kaltim nantinya bergairah kalau Ibu Kota benar-benar pindah sesuai rencana. Pasalnya, sebagai kota nomor satu, aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakatnya pasti terdongkrak.

“Dengan perpindahan Ibu Kota, kan, harapannya lalu lintas barang dan jasa di daerah tersebut makin naik. Infrastruktur juga makin baik. Lalu lintas barang dan jasa, kan, berkaitan dengan lalu lintas uang. Berarti ada pertumbuhan ekonomi di sana. Ekonomi bergerak. Saya sih yakin dengan pindahnya Ibu Kota ke sana, daerahnya akan makin maju. Kalau sekarang, kan, (penjualan mobil) hanya di Jakarta saja khususnya,” papar dia di Cirebon, Jawa Barat.

Donny memproyeksikan yang pertama terkena efek positif adalah mobil komersial. Soalnya, kendaraan jenis inilah yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur serta bisnis.

“Pada saat ekonomi sudah berjalan, sudah bergerak, baru masuk ke kendaraan penumpang. Pasti (yang naik penjualannya) yang buat usaha dulu,” tukas dia.

Donny mengungkapkan pula bahwa ini merupakan kesempatan untuk mobil pick up mereka, Carry, untuk makin menguasai Kaltim. Saat ini, pangsa pasar model tersebut di segmennya di provinsi tersebut sudah lebih dari 60 persen. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar