Pengubahan Sistem di JORR akan Untungkan Pelanggan

Berita Otomotif

Pengubahan Sistem di JORR akan Untungkan Pelanggan

JAKARTA – Bina Marga mengklaim bahwa pengubahan sistem tol JORR dari tertutup menjadi terbuka akan mengurangi waktu tempuh kendaraan dan lebih menguntungkan pelanggan.

Sistem tersebut diyakini akan meningkatkan layanan di Jalan Tol JORR sehingga dapat memenuhi SPM (Standar Pelayanan Minimal) yakni meningkatnya efisiensi waktu tempuh. Melalui penyederhanaan sistem transaksi, akan berlaku sistem terbuka dengan pemberlakuan tarif tunggal, dan pengguna tol akan membayar besaran tarif tol yang sama, tanpa memperhitungkan jarak tempuh dan hanya satu kali melakukan penempelan kartu di pintu masuk.

“Bagi pengguna kendaraan pengangkut logistik, selama ini mereka harus minimum dua kali membayar sehingga tarifnya menjadi mahal. Dampaknya adalah truk tidak mau lagi menggunakan jalan tol dan memilih menggunakan jalan arteri. Akibatnya, terjadi kepadatan kendaraan di jalur arteri di sekitar akses Tanjung Priok,” terang Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto.

Ia pun menambahkan dengan sistem ini nantinya akan ada pengubahan tarif  yakni kendaraan Golongan I akan membayar Rp. 15.000 pada gerbang tol masuk (on-ramp payment). Tarif baru akan berlaku untuk 4 ruas dan 9 seksi tol JORR dengan panjang keseluruhan 76,43 km yang terdiri dari : Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.

Berdasarkan data Bina Marga, saat terintegrasi nanti 61% pengguna jalan tol akan membayar lebih murah, 38% membayar lebih mahal, dan 1% membayar dengan tarif yang sama seperti sebelumnya. Pemberlakuan tarif baru ini akan menguntungkan bagi para pengguna jalan tol jarak jauh atau lebih dari 17,6km dan juga kendaraan angkutan logistik.

“Jadi, sebenarnya pendapatan bagi BUJT ini tidak naik. Yang diuntungkan dengan adanya sistem integrasi ini adalah para pengguna tol  sebesar 61%, yakni pengguna tol jarak jauh dan juga angkutan logistik. Contohnya, untuk pengguna jalan tol dari JORR ke JLB (Jalan Tol Lingkar Baratsatu) sebelumnya bayar Rp.19,000 namun nanti cukup membayar Rp.15.000,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar