Menjinakkan Toyota Supra itu Tidak Mudah

Panduan Pembeli

Menjinakkan Toyota Supra itu Tidak Mudah

BOGOR – Pengemudi Toyota Supra disarankan untuk berhati-hati terhadap tenaga yang dimiliki oleh Toyota Supra.

Hal ini disampaikan oleh Haridarma, pembalap Toyota Team Indonesia yang menjadi instruktur first drive Toyota Supra. Ia mengatakan bahwa Toyota Supra memiliki tenaga yang lebih besar sehingga dapat mencapai kecepatan lebih tinggi dalam waktu lebih singkat.

“Kalau di jalan raya, tingkat kewapaspadaannya secara umum sama dengan mobil biasa. Ini karena di jalan raya ada rambu lalu lintas yang harus di taati. Tapi Toyota Supra memiliki tenaga lebih besar dibandingkan mobil biasa sehingga kecepatan tinggi dapat tercapai dalam hitungan singkat,” ungkapnya pada Mobil123.

Ia pun memberikan contoh Toyota Yaris yang memiliki mesin berkapasitas 1.5-liter. Bila Mobil tersebut hanya perlu jarak 400 meter untuk mencapai kecepatan 100 km/jam, maka Toyota Supra yang memiliki mesin 3.0-liter hanya butuh setengahnya.

“Kalau Toyota Yaris dengan mesin 1.5-liter perlu 400 meter untuk mencapai kecepatan 100 Km/jam, maka logikanya Toyota dengan mesin 3.0- liter Turbo, itu hanya perlu setengahnya. Nah mobil-mobil bertenaga besar ini memang antisipasinya harus lebih tinggi. Cara pengeremannya juga harus lebih keras,” ungkapnya.

Namun Ia menegaskan kembali bahwa jalan raya memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh pengemudi. Hal ini karena jalan raya bukan miliki sendiri sehingga harus saling menghargai para pengguna jalan. Dan bila pengemudi mengikuti aturan yang ada, maka kewaspadaan terhadap kendaraan bisa sedikit disesuaikan.

“Kalau pengemudi menggunakan tenaga penuh dari mobil, ya memang harus waspada. Tapi kalau membawa kendaraannya santai ya tidak perlu terlalu waspada,” tambahnya kemudian.

Toyota Supra sendiri pun sebenarnya sudah dilengkapi dengan beragam fitur keselamatan canggih sehingga membuat pengendaraan menjadi lebih baik. Salah satunya adalah traction control.

Fitur ini berfungsi untuk mencegah ban selip dan tergelincir saat menikung atau ketika jalanan sedang basah. Dengan demikian, mobil akan lebih mudah untuk dikendalikan sehingga meminimalisir kecelakaan.

Mematikan fitur tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan seperti yang terjadi di Meryland, Amerika Serikat. Salah satu konsumen Toyota Supra mematikan fitur traction control di kondisi jalan basah. Kemudian Ia menekan pedal gas dan menabrak pohon.

Sementara itu Markus Gideon, atlet ganda putra bulutangkis peringkat satu dunia berhasil menaklukkan Toyota Supra di Sirkuit Sentul dan mencapai kecepatan hingga 180 km/jam. Ia pun mengaku bahwa sempat ngeri membawa hingga kecepatan tersebut.

“Rasanya tidak terbiasa ya sama tikungan-tikungannya. Tadi kecepatannya sampai 180-an  Km/jam. Ngeri juga terlalu kencang. Takut mental juga,” ungkapnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support