Pengemudi Beruntung, Selamat Meski Pecah Ban saat Ngebut 271 km/jam

Berita Otomotif

Pengemudi Beruntung, Selamat Meski Pecah Ban saat Ngebut 271 km/jam

ONTARIO - Pengemudi ini selamat meski Dodge Challenger SRT Hellcat yang dikendarainya pecah ban  di kecepatan 271 km/jam.

Jalan-jalan bebas hambatan yang lenggang plus harga bensin sedang anjlok di berbagai belahan dunia termasuk Kanada saat pandemi Corona memancing pemilik supercar untuk beraksi. Aturan tentu dengan mudah dilanggar, andrenaline yang memuncak membuat pengemudi dapat mengapai kecepatan maksimal, bergaya bak sedang balapan di sirkuit.

Aksi ilegal ini tentu berbahaya dan membuat polisi waspada. Malah khusus di Kanada, beberapa waktu lalu Mobil123.com memberitakan bahwa polisi di wilayah Toronto mengamankan 18 pemuda sedang main kebut-kebutan di jalan bebas hambatan.

Kali ini polisi di Ontario, Kanada tak susah-susah untuk menghentikan laju Dodge Challenger SRT Hellcat  yang dipacu hingga 271 km/jam. Karena street legal berwarna hijau ini tiba-tiba pecah ban belakang sebelah kanan tak lama setelah melewati mobil polisi dan kemudian berhenti di depannya.

Beruntung, meski pecah ban dalam kecepatan tinggi, pengemudi berhasil mengedalikan mobilnya tanpa insiden tabrakan. Kerusakan hanya terdapat pada bember belakang kanan yang lepas efek dari ledakan ban.

Pihak Kepolisian mengatakan bahwa pengemudi ini diamankan karena melanggar batas kecepatan sangat ektrim. Atau melaju lebih dari 2x lipat batas kecepatan yang ditentukan yakni 110 km/jam.

Polisi sendiri tidak menjabarkan proses hukum yang harus dijalani oleh pengemudi. Jika mengacu pada aksi 18 pemuda sebelumnya, pengemudi bakal dikenakan denda minimal sekitar Rp 22 juta plus SIM dan kendaraan akan disita selama lebih kurang seminggu.

Untuk diketahui, Dodge Challenger SRT Hellcat merupakan salah satu mobil tercepat di dunia. Muscle car versi modern ini dilengkapi mesin berkapasitas besar 6.2 liter HEMI V8 dengan tenaga mencapai 717 hp.



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar