Penambahan Titik Pembatasan Mobilitas di DKI Jakarta Mulai Dikaji

Berita Otomotif

Penambahan Titik Pembatasan Mobilitas di DKI Jakarta Mulai Dikaji

JAKARTA – Polda Metro Jaya mulai mempertimbangkan untuk menambah jumlah titik pembatasan mobilitas di DKI Jakarta.

Hal ini karena adanya keinginan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait hal tersebut. Untuk itu Polda Metro Jaya pun akan melakukan kajian terlebih dahulu seberapa pentingnya penambahakan pembatasan mobilitas untuk dilakukan.

“Seberapa urgensinya untuk menutup kawasan tersebut. Artinya apakah kawasan tersebut memang perlu dilaksanakan pembatasan mobilitas atau cukup kawasan pengendalian, artinya dikendalikan secara ketat ada patroli untuk melaksanakan pembubaran,” ungkap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Ia pun mengakui bahwa melakukan pembatasan mobilitas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Hal ini karena harus mendapat kajian dari berbagai instansi termasuk risiko terjadinya kepadatan di lokasi lain.

Pembatasan mobilitas

“Tidak menutup kemungkinan ada penambahan kawasan dari 10 ruas jalan, tetapi ini kan perlu dikaji bersama instansi terkait dan juga dikaji tentang arus lalin maupun situasinya. Karena di ruas-ruas jalan yang diajukan untuk pembatasan mobilitas tentu harus kita carikan jalur alternatifnya,” tambahnya.

Meski demikian Ia mengakui bahwa pembatasan mobilitas yang dilakukan di 10 titik di DKI Jakarta sudah terbukti efektif. Jumlah kerumuman berhasil berkurang dan sejumlah restoran pun kini semakin taat terhadap protokol kesehatan.

“Kini mereka lebih tertib dan taat aturan, misalnya dari sisi kerumunannya hilang, beberapa tempat usaha, kafe restoran sudah memenuhi prokes, baik dari jam operasional maupun jumlah pengunjung kapasitas di dalam restoran,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Polda Metro Jaya melakukan pembatasan mobilitas di 10 titik lokasi di DKI Jakarta. Titik-titik tersebut dinilai sering terjadi pelanggaran protokol kesehatan dan berpotensi menularikan Covid-19.

Dan berikut adalah 10 lokasi pembatasan mobilitas di DKI Jakarta

  1. Kawasan Bulungan dari trafic light Bulungan di belakang Kejaksaan Agung hingga Bundaran Bulungan, Mahakam.
  2. Kawasan Kemang mulai dari pertigaan depan Apartemen Kemang hingga perempatan Mc Donald hingga ujung arah selatan, dekat jalan Benda.
  3. Kawasan Gunawarman, Suryo dan SCBD. Mulai dari Gunawarman depan KFC, sampai pertigaan Senopati hingga ke Santa, Blok S
  4. Sepanjang jalan Sabang
  5. Cikini Raya dari jalan Cikini sampai ke Raden Saleh
  6. Jalana Asia Afrika dari dari pertigaan hotel Fairmont hingga depan Pakubuwono, Moestopo dan Senayan City
  7. Sepanjang jalan BKT di Jakarta Timur
  8. Seluruh kawasan Kota Tua Jakbar mulai dari Hayam Wuruk sampai Kunir Stasiun Beos
  9. Boulevard Kelapa Gading mulai dari ujung Bundaran La Piazza hingga Perintis Kemerdekaan
  10. Kawasan PIK 2 setelah menyebrang jembatan.

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar