Pemerintah Tegaskan Strategi Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia

Berita Otomotif

Pemerintah Tegaskan Strategi Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan beragam upaya percepatan pengembangan industri sepeda motor listrik di Tanah Air.

Hal ini disampaikan oleh Doddy Rahadi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin. Ia menegaskan bahwa Pemerintah menetapkan kebijakan dan strategi percepatan pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dalam negeri melalui tiga tahapan.

“Kami melakukan pengembangan pasar kendaraan bermotor listrik nasional dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Serta pengembangan industri dalam jangka menengah panjang dan pengembangan teknologi,” paparnya.

Dari seluruh jenis kendaraan di Indonesia saat ini, Ia menilai bahwa sepeda motor listrik memiliki potensi paling bagus. Potensi tersebut dikarenakan saat ini sepeda motor merupakan kendaraan favorit di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit orang yang memiliki sepeda motor lebih dari satu di rumahnya.

Pemerintah Tegaskan Strategi Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia
Hal ini karena berdasarkan data dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat penjualan sepeda motor per tahun naik tajam sejak 2003 dan mencapai penjualan lebih dari 6 juta unit pada 2019. Jumlah tersebut jauh lebih besar ketimbang penjualan mobil yang hanya mencapai dikisaran 1 juta unit per tahun.

“Dengan melihat data tersebut, peluang untuk masuk dalam bisnis sepeda motor listrik sangatlah bagus,” ujarnya.

Ia pun menambahkan bahwa Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan menggunakan konsep circular economy sebagai grand desain kendaraan listrik di Indonesia.

Konsep ini dapat menekan efek negatif dari kendaraan listrik, yakni menumpuknya sampah baterai lithium karena masa pakai dan siklus pengisiannya yang terbatas. Dengan konsep tersebut, baterai yang sudah habis masa pakai akan diolah Kembali.

“Terlebih lagi Indonesia tidak memiliki sumber alam mineral lithium, sehingga konsep circular economy akan menjadi lebih tepat,” sebut Kepala BPPI.

Sayangnya, Ia tidak menyebutkan proses pengolahan kembali dan menjadi apa limbah baterai yang akan menumpuk tersebut. Tentu diharapkan Pemerintah dapat lebih terbuka terkait hal ini mengingat baterai merupakan imbah berbahaya dan perlu penanganan khusus. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar