Pemerintah Targetkan Bangun 25.000 SPKLU hingga 2030

Berita Otomotif

Pemerintah Targetkan Bangun 25.000 SPKLU hingga 2030

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan membangun 25.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 2030 mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh Rida Mulyana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM beberapa waktu lalu. Banyaknya jumlah SPKLU tersebut akan menjadi sangat penting, karena pada 2030 diharapkan akan ada 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik di jalanan Indonesia.

“Sampai saat ini telah terbangun 147 SKPLU di 119 lokasi,” ungkap Rida.

Guna mencapai hal tersebut, Kementerian ESDM telah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 13 tentang Kesediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Permen tersebut mengatur tanggung jawab badan usaha, proses perizinan, skema listrik, tarif tenaga listrik, insentif hingga keselamatan berusaha.

SPKLU

"Dengan meningkatkannya penggunaan kendaraan listrik dan dibarengi penyediaan energi bersih, kami menargetkan kapasitas pembangkit EBT mencapai 38 Giga Watt di tahun 2030," tutur dia.

Dengan banyaknya jumlah kendaraan listrik maka diharapkan Indonesia bisa mengurangi impor BBM jenis bensin sebesar 51 juta barel (8,8 juta kiloliter) pada 2030. Selain itu, bisa menghemat devisa dari penurunan impor bensin sebesar 5,86 miliar USD (sekira 87,86 triliun rupiah) pada 2030.

Pertamina Punya Dua SPKLU Baru

Pertamina bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meresmikan dua SPKLU baru di Jakarta.

Kedua SPKLU tersebut terletak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina yang berlokasi di MT Haryono dan Lenteng Agung.

SPKLU

SPKLU yang diresmikan tersebut memiliki fasilitas fast charging 50 kW dan dilengkapi dengan beberapa jenis colokan atau plug charger kendaraan yang memenuhi standar Eropa dan Jepang. Mulai dari CCS2 gun (standar Eropa), Chademo (standar Jepang), serta AC Type 2 dengan daya 43 kW.

Menariknya lagi, SPKLU tersebut masih memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan mengratiskan pengisian daya. Hal ini karena Pertamina masih mengurus perizinan.

“SPKLU ini akan kami komersialisasikan setelah perizinan tersebut sudah selesai," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. [Adi/Ses]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar