Pembangunan Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung Masih Dikebut di Tengah Pandemi

Berita Otomotif

Pembangunan Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung Masih Dikebut di Tengah Pandemi

PALEMBANG – Badan Pengatur Jalan Tol atau yang biasa dikenal sebagai BPJT mengklaim bahwa pembangunan Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung Seksi 1B sudah mencapai 95,11%.

Tol ini nantinya akan tersambung dengan Seksi 1A Kayu Agung – Palembang (Jakabaring) Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung sepanjang 33,50 km sudah beroperasi tanpa tarif sejak April 2020. Tol-tol tersebut nantinya akan menjadi bagian dari tol Trans Sumatera.

Setelah beroperasinya secara bertahap ruas Jalan Tol Kapal Betung Seksi 1A dan 1B, kelancaran transportasi lalu lintas kendaraan dari Palembang ke Bandar Lampung hanya memakan waktu 3 sampai 3.5 jam saja.

Dengan hadirnya ruas tol Kayu Agung – Jakabaring - Kramasan dapat memangkas waktu tempuh hanya 30-40 menit, dari yang sebelumnya harus melewati waktu tempuh 2 jam melalui Jalan Lintas Timur.

Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung yang dikelola oleh PT Waskita Sriwijaya Tol memiliki total panjang 111,69 Km yang terbagi menjadi Seksi 1A Kayu Agung - Jakabaring sepanjang 33,50 Km, Seksi 1B Jakabaring - Kramasan (Jalintim) sepanjang 9 Km. Seksi 2 Jalintim - Musilindas sepanjang 24,90 Km, dan Seksi 3 Musilindas - Betung sepanjang 44,29 Km.

Pembangunan Infrastruktur untuk Menjaga Kualitas Jalan

Pembangunan Tol

Tak hanya terus menyelesaikan program yang sudah dijalankan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bintaro Serpong Damai memulai tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren – Serpong.

Tiga pekerjaan tersebut adalah pertama, proyek konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang untuk mencegah potensi kecelakaan. Kedua, konstruksi penanganan banjir KM 8 untuk mencegah terjadinya banjir yang disebabkan adanya persilangan dengan Kali Cibenda sehingga terjadi penyempitan sungai menuju Situ Parigi dan penurunan kapasitas saluran air di bawah jalan tol.

Ketiga, konstruksi tidak sebidang akses on ramp Rawa Buntu pada Jalan Tol Ruas Pondok Aren – Serpong untuk menghilangkan pertemuan kendaraan yang keluar dari Tol Pondok Aren – Serpong dan yang akan masuk jalan tol. Selain itu juga untuk mengatasi kemacetan akibat aktivitas penumpang/kendaraan di Stasiun Rawabuntu.

“Kementerian PUPR  mendorong kegiatan pembangunan infrastruktur terus berjalan karena merupakan salah satu sektor yang dapat menggerakan perekonomian di masa Pandemi COVID–19. Tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren – Serpong ini bisa menyerap lebih dari 1.000 pekerja, tentu ini hal yang menggembirakan,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian.

Untuk konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang akan dibangun tiga ramp, yakni Ramp 1 Jakarta – Pamulang sepanjang 1.067 meter, Ramp 2 Kunciran/Cinere – Serpong sepanjang 915 meter dan Ramp 3 Kunciran/Cinere – Pamulang sepanjang 469 meter. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar