Toyota Indonesia Kemungkinan Tutup 2019 dengan Luncurkan Prius PHEV

Berita Otomotif

Toyota Indonesia Kemungkinan Tutup 2019 dengan Luncurkan Prius PHEV

DENPASAR - Toyota menyatakan sejauh ini waktu peluncuran serta target harga Prius PHEV di Indonesia masih sesuai dengan yang direncanakan yaitu akhir tahun ini.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan hal tersebut di sela-sela test drive mobil-mobil hybrid Toyota, 9 - 11 Oktober dengan rute Banyuwangi hingga Bali. Saat ini pihaknya masih menunggu proses persetujuan dari prinsipal di Jepang kelar.

“Lebih ke prosedural saja. Prinsipal memang pada saat memutuskan iya atau tidak, kan, (harus memastikan) semua bagian mulai dari produknya, purnajualnya, garansinya. Jadi ini prosuder normal sih sebenarnya. Memang butuh waktu,” tandas dia.

Sayangnya, Anton mengaku masih belum bisa memastikan bulan peluncurannya. Namun, ia memperkirakan antara November dan Desember.

Saat diwawancarai Mobil123.com beberapa waktu lalu, Anton sempat menyebut pihaknya memperkirakan peluncuran Prius PHEV pada kuartal satu atau antara Oktober sampai Desember.

“Kalau Oktober ini sudah mepet lah, ya. Paling lama akhir tahun lah. Desember. Agak susah (memastikan) karena ini, kan, tergantung prinsipal. Jadi kami agak susah mengatakan pasti,” tukas dia lagi.

Prius PHEV sebelum ini sudah dibawa sebagai mobil eksebisi dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada Juli kemarin. Toyota juga membawanya sebagai satu dari lima model hybrid yang dijajal dalam test drive 3 hari di Banyuwangi - Bali.

Prius PHEV hampir pasti menjadi kendaraan berteknologi plug-in hybrid kedua yang mengaspal di Tanah Air setelah Mitsubishi Outlander PHEV. Model yang disebutkan belakangan telah meluncur terlebih dahulu dalam GIIAS 2019 dengan harga lebih dari Rp 1 miliar.

Toyota menargetkan Prius PHEV berbanderol kurang dari Rp 1 miliar. Menurut Anton, TAM selaku agen pemegang merek Toyota di Indonesia masih menegosiasikannya dengan Toyota Motor Corporation.

Pemerintah sendiri sudah merilis Peraturan Presiden berisi 17 insentif bagi mobil listrik, dengan peraturan-peraturan turunan yang masih dalam proses. Kendati begitu, Prius PHEV saat meluncur kemungkinan belum mendapat insentif karena dalam draf pemerintah insentif baru berlaku dua tahun dari sekarang.

Retail dan Fleet
Prius PHEV sendiri nantinya tak hanya menyasar pasar retail. Konsumen-konsumen fleet (korporasi) juga menunjukkan minat.

Anton mengatakan sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik dan bertanya-tanya. Akan tetapi, ia menolak memberitahukan identitas perusahaan tersebut.

“Ide awalnya kalau memasukkan PHEV memang mungkin masuknya ke konsumen fleet dulu yang lebih siap untuk menggunakannya. Sejauh ini kalau kami lihat yang paling banyak animonya sih, fleet, ya. Tapi enggak menutup kemungkinan ke depannya retail juga,” papar dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support