Peluncuran Tilang Elektronik Tahap II Digelar Juli 2021

Berita Otomotif

Peluncuran Tilang Elektronik Tahap II Digelar Juli 2021

JAKARTA – Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tahap II akan segera diluncurkan pada Juli 2021.

Hal ini disampaikan oleh Irjen Istiono, Kepala Korps Lalu Lintas Polri beberapa waktu lalu. Dalam tahap kedua ini sedikitnya akan ada 13 Kepolisian Daerah yang akan ikut serta dalam melaksanakan sistem tilang elektronik.

“Rencananya dilaksanakan di Solo nanti pada pertengahan Juli, ada 13 Polda ya,” ujar Istiono.

Sayangnya, Ia tidak merinci Polda mana saja yang akan mengikuti peluncuran sistem tilang elektronik tersebut. Meski demikian, perlu diketahui bahwa jumlah Polda yang ikut serta dalam peluncuran tersebut sedikit lebih banyak dibandingkan saat peluncuran tilang elektronik tahap I beberapa waktu lalu. Ketika itu hanya ada 12 Polda yang menyatakan siap untuk melaksanakan sistem tilang elektronik.

Ke-12 Polda tersebut adalah Polda Banten, Polda Sulawesi Utara, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda DIY, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Sumatra Barat, Polda Lampung dan Polda Sulawesi Selatan.

Kepatuhan Masyarakat Berlalulintas Meningkat

Tilang Elektronik

Menariknya, wilayah yang sudah menerapkan tilang elektronik ternyata berhasil membuat masyarakat menjadi lebih disiplin dalam berlalu lintas. Tak tanggung-tanggung, kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas langsung meningkat hingga 40%.

“Kepatuhan masyarakat meningkat hingga 40 persen,” kata Istiono.

Beberapa pelanggaran yang dapat direkam tilang elektronik atau ETLE, di antaranya melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, tidak memakai helm yang berstandar SNI, memainkan gawai saat berkendara, menggunakan plat palsu, tidak menggunakan sabuk pengaman. Mereka yang melanggar akan dikenakan denda mulai Rp 250.000 sampai dengan Rp 750.000.

Tak hanya membuat masyarakat menjadi lebih disiplin, sistem tilang elektronik juga mengurangi risiko terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. Hal ini karena interaksi pelanggar lalu lintas dengan petugas berkurang sehingga masyarakat harus langsung mengurus tilang sendiri.

Melihat hasil yang cukup positif tersebut maka bukan tidak mungkin sistem tilang elektronik akan terus dikembangkan hingga menjangkau wilayah lebih luas. Tentunya semua akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan keperluan di suati wilayah. [Adi/Had]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar