Pelanggaran Lalin Kini Pakai Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut!

Berita Otomotif

Pelanggaran Lalin Kini Pakai Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut!

JAKARTA – Setiap pelanggaran lalu lintas kini dikenakan sistem poin. Jika poin itu sudah mencapai besaran tertentu, SIM bisa dicabut dengan status sementara hingga permanen.

Ini diketahui dari salinan Peraturan Kepolisian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi yang didapatkan Mobil123.com. Pasal 33 Ayat 1 menyatakan Polri berwenang memberikan tanda atau data pelanggaran terhadap SIM milik pengemudi yang melakukan pelanggaran tindak pidana lalu lintas.

Kategori pelanggaran tindak pidana lalu lintas, menurut Ayat 2 pasal tersebut, dibagi menjadi dua. Pertama adalah pelanggaran lalu lintas, sedangkan yang kedua ialah kecelakaan lalu lintas.

ilustrasi tilang elektronik

“Pemberian tanda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 Ayat 1 , dilakukan dengan memberikan poin untuk setiap pelanggaran tindak pidana lalu lintas,” lanjut Pasal 34 Ayat 1.

Penandaan dengan poin, tambah Ayat 2-nya, diberikan oleh petugas Polri pengemban fungsi lalu lintas.

Jumlah Poin Pelanggaran Lalu Lintas

Besaran poinnya bervariasi. Paling kecil adalah satu poin untuk satu pelanggaran, sedangkan yang paling besar mencapai 12 poin untuk satu pelanggaran.

Pelanggaran – pelanggaran lalu lintas mendapatkan satu sampai dengan lima poin. Adapun pelanggaran – pelanggaran kecelakaan lalu lintas mendapat ganjaran lebih besar yakni 5 – 12 poin.

SIM Dicabut Sementara Hingga Permanen

Pasal 38 Ayat 1 dari regulasi yang disahkan per 19 Februari 2021 itu menyatakan bahwa jika pemilik SIM mencapai akumulasi 12 poin, kepolisian bakal melakukan penahanan atau pencabutan sementara sebelum putusan pengadilan. Pasal selanjutnya mengatur bahwa pelaku pelanggaran pun mesti mengikuti pelatihan lagi.

SIM atau Surat Izin Mengemudi

“Pemilik SIM yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengemudi apabila ingin mendapatkan SIM kembali yang telah dikenakan sanksi penahanan sementara SIM atau pencabutan sementara SIM,” jelas Ayat 2-nya.

Pasal 39 Ayat 1 menegaskan bahwa jika pelanggaran mencapai akumulasi 18 poin, bakal ada sanksi pencabutan SIM atas dasar putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Pasal 2 lalu mengatur bahwa pelanggar harus menjalani masa waktu tertentu tanpa SIM, sebelum berhak mengajukan pembuatan SIM baru. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar