Pandemi, Merek Mobil Rusia Batal Masuk Indonesia?

Berita Otomotif

Pandemi, Merek Mobil Rusia Batal Masuk Indonesia?

JAKARTA - Merek mobil dari Eropa Timur, yang sejak beberapa tahun terakhir diinfokan ingin masuk Indonesia, hingga kini belum terlihat juga. Apakah karena pandemi Covid-19?

Sekadar mengingatkan, pada awal 2019 Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi membongkar rencana kedatangan pemain-pemain baru. Dia tidak menyebut identitas merek-merek tersebut, tetapi dikatakan kalau mereka berasal dari China maupun Eropa Timur--khususnya Rusia.

Dua tahun lebih berlalu. Merek Rusia yang disinggung-singgung oleh pengurus asosiasi resmi bagi para pabrikan otomotif di Tanah Air itu belum juga terlihat ‘batang hidungnya’.

Lantas, bagaimana kelanjutannya?

“Belum ada perkembangannya lebih lanjut. Tapi, yang sudah ditindaklanjuti lagi adalah yang dari Tiongkok. (Untuk merek Rusia) kami belum dapat berita lebih lanjut,” ucap Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menjawab pertanyaan Mobil123.com dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot) baru-baru ini.

Sejak Maret 2020 sendiri Indonesia diketahui dilanda pandemi Covid-19. Hingga kini, lewat satu tahun sembilan bulan kemudian, pandemi masih menghantui dan berdampak pada perekonomian nasional, meski fase-fase terburuk sejauh ini sudah berlalu.

Adapun calon pemain baru dari China yang disebut oleh Kukuh adalah Chery serta BYD. Ia menjelaskan kedua jenama itu tak hanya sekadar berjualan di Nusantara, tetapi juga berencana membangun pabrik dan menjadikan negeri ini sebagai basis produksi terbaru.

Pasar Indonesia, lanjut Kukuh, memang amat potensial.

“Dengan penduduk 270 juta jiwa, rasionya masih 99 mobil per 1.000 penduduk,” pungkasnya menjelaskan mengenai rasio kepemilikan mobil.

Negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), dengan jumlah penduduk jauh lebih sedikit, lebih besar rasionya. Malaysia, misalnya, 490 mobil per 1.000 penduduk.

Di Thailand, ada 275 mobil per 1.000 penduduk. Singapura punya 211 mobil per 1.000 penduduk.

Brunei Darussalam bahkan punya 805 mobil per 1.000 penduduk.

Penjualan mobil di Indonesia, yang sejak 2012 masuk ‘klub sejuta unit’, menurun drastis pada 2020 akibat pandemi. Pada tahun tersebut, transaksi jual-beli kurang-lebih hanya 500 ribu-an unit secara wholesales (distribusi ke diler/untuk stok) maupun secara retail (distribusi ke konsumen).

Pada 2021, dipercaya pasar akan berbobot antara 800-850 ribu unit. [Xan]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar