Pak Jokowi, Thailand Larang Penjualan Mobil Bensin-Diesel pada 2035 Lho

Berita Otomotif

Pak Jokowi, Thailand Larang Penjualan Mobil Bensin-Diesel pada 2035 Lho

BANGKOK – Thailand mengambil kebijakan ramah lingkungan yang tegas di bidang otomotif. Mobil – mobil yang dijual di sana pada 2035 hanya mobil listrik.

Thailand, seperti dikutip dari Bloomberg baru – baru ini, hanya mengizinkan penjualan mobil nihil emisi gas buang pada 2035. Ini dilakukan demi bertransformasi menjadi pilihan basis produksi mobil listrik untuk kawasan Asia Tenggara.

“Kita dapat melihat dunia mengarah ke sana (mobil listrik), jadi kita harus bergerak dengan cepat. Kami mau ‘menangkap’ pertumbuhan ke arah itu pascapandemi. Kami punya ambisi menjadi pusat produksi karena rantai suplainya sudah tersedia di sini,” ucap Kawin Thangsupanich, Sekretaris Menteri Energi dan Penasihat Komite Kebijakan Nasional.

Thailand lagi – lagi menjadi pesaing Indonesia dalam kompetisi membangun industri mobil listrik. Sekadar mengingatkan, Indonesia mulai akhir tahun ini juga akan bergerak menuju pasar dan industri mobil listrik melalui pemberian insentif pajak.

Pada 2030, ditargetkan ada 600 ribu unit mobil listrik yang diproduksi di Tanah Air. Presiden Joko Widodo, ketika membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 pada 15 April kemarin, berharap industri mobil listrik akan menjadi salah satu industri utama.

Presiden Jokowi

Industri otomotif sendiri saat ini menjadi satu dari sekian sektor terpenting di Thailand. Kontribusinya mencapai 10 persen dari ekonomi ‘Negeri Gajah Putih’, menyerap 850 ribu tenaga kerja, dan menggerakkan industri – industri lain seperti baja, besi, petrokimia, sampai plastik.

Separuh volume mobil yang diproduksi di Thailand diekspor ke luar negeri. Termasuk ke Indonesia.

Thailand menargetkan mobil listrik berkontribusi 50 persen dari registrasi mobil baru pada akhir dekade. Sekarang, kontribusinya masih 30 persen.

Adapun penjualan mobil listrik murni di sana kini masih sekitar 1 persen dari total pasar, menurut Electric Vehicle Association of Thailand. Namun, pasar mobil listrik mampu bertahan di tengah hantaman pandemi virus Corona (Covid-19).

Volume penjualan mobil listrik murni meningkat 1,4 persen pada 2020. Mobil – mobil konvensional, di sisi lain, drop 26 persen.

mobil listrik Hyundai Ioniq dan Kona EV

Kawin menjelaskan bahwa kini pemerintah Thailand akan memfasilitasi transisi dengan menawarkan insentif pajak, membangun infrastruktur, dan mengembangkan regulasi untuk mendorong perakitan lokal mobil listrik. Konsumen juga akan diberikan insentif jika membeli mobil listrik.

Kebijakan pemerintah Thailand ini dinilai tepat.

“Jika kita membiarkan adopsi mobil listrik berlangsung secara natural, waktu yang dibutuhkan terlalu lama. Sebagai negara produsen, menetapkan target jelas membuat negara ini lebih atraktif bagi investasi,” nilai Yossapong Laoonual, Honorary Chairman Electric Vehicle Association of Thailand.

Jadi, bagaimana Indonesia bakal merespons usaha gerak cepat Thailand, nih, Pak Jokowi? [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar