Pahami Bedanya Ujian Membuat SIM B1 dan B2 dengan SIM A

Berita Otomotif

Pahami Bedanya Ujian Membuat SIM B1 dan B2 dengan SIM A

Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk kendaraan roda empat atau lebih dibagi menjadi tiga jenis; SIM A, SIM B1, dan B2 dengan ujian yang masing-masing juga beda.

Seperti yang sudah diketahui, SIM adalah berkas yang penting untuk kita sebagai pengemudi kendaraan. SIM merupakan bukti bahwa pengendara memiliki kemampuan dan kompetensi untuk mengendarai kendaraan di jalan.

Terdapat beberapa jenis SIM yang berlaku di Indonesia. Jenis-jenis SIM ini dibedakan berdasarkan jenis kendaraan yang dikendarai, muat beban kendaraan, dan fungsi kendaraan tersebut.

Untuk kendaraan beroda empat atau lebih, terdapat tiga jenis SIM berdasarkan beban kendaraan yang digunakan.

Dengan berbedanya masing-masing SIM, tes ujian yang harus ditempuh pun juga beda.

Lalu, bagaimana sih perbedaannya?

Yuk, simak bahasannya pada artikel berikut ini.

Perbedaan SIM A, SIM B1, dan SIM B2

Sebelum membahas perbedaan ujiannya, perlu dipahami apa yang membedakan antara SIM A, SIM B1, dan SIM B2.

SIM A berlaku untuk pengendara yang menggunakan kendaraan roda empat dengan beban maksimum 3.500 kilogram. SIM A sendiri dibagi menjadi 2 golongan, yaitu SIM A dan SIM A Umum.

SIM A ditujukan untuk pengemudi kendaraan perorangan/pribadi (berplat hitam), contohnya kendaraan pribadi/MPV yang biasa ditemukan di jalan, seperti Xenia, Avanza, dan lain sebagainya. Di lain sisi, SIM A Umum diperuntukkan pengguna kendaraan umum (berplat kuning), seperti angkot, taksi, dan lain sebagainya.

Sementara itu, SIM B1 adalah SIM yang berlaku untuk pengemudi kendaraan roda empat yang memiliki beban lebih dari 3.500 kilogram. Kendaraan yang dimaksud meliputi kendaraan penumpang dan kendaraan pengangkut barang. Contohnya seperti light truck, minibus seperti mobil Elf, dan lain-lain.

Layaknya SIM A, SIM B1 juga terbagi menjadi 2 golongan, yaitu SIM B1 dan SIM B1 Umum, dengan perbedaan fungsi masing-masing kendaraan yaitu untuk pribadi atau untuk umum.

Terakhir, SIM B2 adalah SIM yang berlaku untuk pengemudi yang menggunakan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor yang menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat gandengan lebih dari 1.000 kilogram. Contoh dari kendaraan besar ini adalah kendaraan besar seperti bus, truk gandeng, tronton, dan truk trailer.

Seperti yang sebelumnya disebutkan, SIM B2 juga dibagi menjadi  SIM B2 dan SIM B2 Umum, dengan perbedaan fungsi kendaraan perorangan atau umum.

Tes Ujian SIM A

Tahap tes ujian merupakan merupakan tahapan penting dalam pembuatan SIM untuk menilai apakah pemohon layak untuk menerima izin mengemudi. Terdapat beberapa jenis tes, dan masing-masing tes memiliki dasar penting untuk pengemudi dalam berkendara di jalan.

Terdapat syarat untuk pemohon untuk membuat SIM A, yaitu harus berusia minimal 17 tahun.

Seperti ujian pada umumnya, kita bisa mengulang ujian SIM A kembali jika gagal. Namun, siapa sih yang mau bolak-balik Satpas hanya untuk melakukan tes ujian SIM? Maka dari itu, sebelum menghadapi ujian, ada baiknya mempersiapkan diri terlebih dahulu.

1.Ujian Teori

Sesuai dengan namanya, ujian teori SIM A fokus kepada penilaian ilmu pengetahuan pemohon mengenai aturan lalu lintas serta cara bersikap sebagai pengendara mobil. ujian teori ini dapat dilakukan di Satpas terdekat.

Terdapat 30 soal materi ujian yang perlu dijawab dalam waktu pengerjaan maksimal 15 menit. Soal materi berbentuk pilihan “benar” atau “salah”. Skor minimal untuk lulus tes ujian teori adalah 70, dengan kata lain 21 soal dengan jawaban benar. Apabila pemohon tidak lulus ujian teori, ada kesempatan untuk mengulangi tes pada hari lain hingga 3 kali.

Sekarang tes ujian sudah dilakukan menggunakan sistem Audio Visual Integrated System (AVIS) dengan komputer, sehingga pemohon tidak perlu lagi membawa alat tulis. Ujian dengan sistem AVIS ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata tentang situasi di jalan raya kepada calon pengemudi.

2.Ujian Praktik

Setelah ujian teori, pemohon SIM A melakukan ujian praktik mengemudi mobil. Ujian ini akan dinilai secara langsung di hadapan petugas. Tahap ujian ini dapat dilakukan sebanyak 3 sampai 5 kali.

Yang diujikan di dalam tes praktik ini adalah kemampuan dasar mengemudi mobil. Untuk pemohon yang sudah mengikuti kursus pastinya sudah menguasai skill-skill ini. Ada 5 kemampuan yang akan dinilai pada ujian ini, yaitu:

  • Mengemudi mobil secara lurus (maju dan mundur)
  • Mengemudi mobil secara zig-zag (maju dan mundur)
  • Memarkir mobil posisi seri dengan cara parker mundur
  • Memarkir mobil posisi parallel
  • Memberhentikan mobil di tanjakan

3.Ujian Simulator (Khusus SIM A Umum)

Tahap ujian ini tidak diwajibkan kepada semua pemohon SIM A, tetapi hanya untuk pemohon SIM A Umum yang akan membawa kendaraan umum (plat kuning). Ujian simulator ini berupa simulasi situasi di jalan yang lebih rumit, seperti tes balik arah, pengereman, konsentrasi, antisipasi, dan lain-lain.

Pemegang SIM A Umum akan menggunakan kendaraan sebagai mata pencaharian sehari-hari, sehingga ada kemungkinan untuk mengemudi dalam waktu yang lama, bahkan sampai seharian. Oleh karena itu, tahap ujian ini diperlukan untuk menilai apakah ia memiliki kemampuan dan konsentrasi yang mumpuni demi keselamatan pengemudi dan penumpang.

4.Tes Psikologi

Pada tahap ini, pemohon akan dinilai kondisi kejiwaan dan psikisnya. Tes ini diperlukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang berhubungan dengan keadaan psikologis pengemudi.

Pembuatan tes psikologi ini telah diawasi oleh psikolog profesional, jadi hasil tesnya pun bisa dipastikan benar dan valid.

Tes Ujian SIM B1 dan B2

Untuk dapat mengemudikan kendaraan yang lebih besar seperti bus atau truk, pengendara harus memiliki syarat dan kemampuan khusus. Tentu saja, karena kendaraan besar tersebut tidak dapat dikemudikan dengan sembarangan. Kemampuan seseorang dalam mengemudikan kendaraan besar ini dibuktikan dengan kepemilikan SIM B1 atau SIM B2.

Untuk mendapatkan SIM B1 tersebut, pengendara harus terlebih dahulu memiliki SIM A selama 12 bulan dan berusia minimal 20 tahun. Demikian pula dengan SIM B2, pengendara harus sudah memegang SIM B1 selama 12 bulan dan berusia minimal 21 tahun.

Tes ujian yang diperlukan untuk mendapatkan SIM B kurang lebih sama dengan tes SIM A. Tetapi, untuk ujian praktik dilakukan dengan menggunakan simulator, dan akan mendapatkan Surat Keterangan Uji Keterampilan Pengemudi (SKUKP) setelah melakukan ujian.

Meskipun begitu, ada juga Satpas yang sudah mempunyai lapangan dan fasilitas khusus untuk melaksanakan tes ujian praktik SIM B1 dan B2. (And/Dms)

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<<<



Andrew Barnabas Panggabean

Andrew Barnabas Panggabean

Seorang penulis/penerjemah bahasa Inggris. Memulai karier sebagai Content Writer di Gojek (2017-2019), lalu bergabung ke mobil123.com pada Desember 2021.


Berita Utama


Komentar