Pabrikan Otomotif Menunggu Perkembangan Usul ‘Mobil Rakyat’ Bebas Pajak

Berita Otomotif

Pabrikan Otomotif Menunggu Perkembangan Usul ‘Mobil Rakyat’ Bebas Pajak

JAKARTA - Baik asosiasi maupun pabrikan otomotif sama-sama menantikan perkembangan usul ‘mobil rakyat’ yang bebas Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Sepanjang dua pekan pertama 2022, kedua pihak mengaku masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari pemerintah.

Sekadar mengingatkan, Kementerian Perindustrian sejak akhir 2021 mengusulkan dua hal terkait industri otomotif kepada Kementerian Keuangan.

Pertama adalah perpanjangan insentif PPnBM yang diberikan Maret-Desember tahun lalu kepada mobil-mobil rakitan dalam negeri dengan komponen lokal minimal 60 persen. Kedua ialah penciptaan kategorisasi mobil rakyat yang bebas PPnBM dengan persyaratan komponen lokal minimal 80 persen, kapasitas mesin maksimal 1.500 cc, dan harga maksimal Rp240 juta-an.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, ketika dihubungi Mobil123.com, merespons positif usulan mengenai mobil rakyat karena hal ini bisa makin mendorong penjualan mobil di Nusantara. Akan tetapi, menurut dia, belum ada informasi selanjutnya dari pemerintah.

“Dengan adanya usulan itu, kami dari Gaikindo menyambut gembira karena akan menjadi suatu tambahan ‘bahan bakar’ buat kami supaya bisa terus menjual. Tapi, terus terang, ini masih dalam kajian pemerintah,” kata dia via sambungan telepon pada 5 Januari 2022.

Selang sepekan kemudian, kabar mengenai usulan mobil rakyat juga belum diterima. Ini dikatakan oleh Daihatsu dalam konferensi pers virtual awal 2022.

“Sampai sekarang kami masih menunggu, kira-kira realisasinya seperti apa. Jadi, saya tidak bisa banyak menjawab (mengenai sejauh mana perkembangannya),” kata Marketing and Product Planning Division Head PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Budi Mahendra, merespons pertanyaan Mobil123.com pada Kamis (13/1/2021).

Marketing and Corporate Planning Director ADM Amelia Tjandra menambahkan pihaknya masih menantikan detail persyaratan dalam kategori mobil rakyat. Ada banyak hal yang perlu dirincikan.

Misalnya saja persyaratan harga maksimal Rp240 juta-an. Amelia perlu kejelasan apakah acuannya adalah harga on the road (OTR) Jakarta, off the road, atau harga per Desember 2021 ketika banyak model masih mendapatkan insentif PPnBM.

“Kemudian, di dalam sebuah model, kan, ada variasi tipe atas dan bawah. Kalau atasnya enggak kena hitungan (Rp240 juta-an) bagaimana? Apakah by variant atau berdasarkan rata-rata (harga)? Kami juga sedang tanyakan hal-hal itu, melalui Gaikindo. Masih belum jelas,” papar Amelia. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar