Pabrikan Otomotif Ini Tarik Mantan Bos Nike dan Converse, Simak Alasannya

Berita Otomotif

Pabrikan Otomotif Ini Tarik Mantan Bos Nike dan Converse, Simak Alasannya

LONDON - Fiat Chrysler Automobile (FCA) ‘membajak’ mantan bos besar Nike dan Converse untuk duduk sebagai salah satu pengambil keputusan utama di Maserati.

‘Bajak-membajak’ orang berpengalaman antara satu perusahaan otomotif dengan yang lain sudah sangat biasa. Kalau pun harus mengambil dari korporasi non-otomotif, biasanya sektor industrinya masih cukup terkait.

FCA kali ini tidak terlalu mengikuti rumus tersebut. Mereka, seperti dikutip dari Automotive News pada akhir pekan ini, menyengget Davide Grasso yang sama sekali tak punya pengalaman di industri otomotif.

Grasso besar di bisnis apparel olahraga dan fashion, khususnya Nike, tempatnya mengembangkan karier sejak akhir 1990-an. Dia pernah menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) pada Mei 2013 hingga Mei 2016.

Terakhir, dia dipercaya menjadi Chief Executive Officer (CEO) dan Presiden merek yang satu grup dengan Nike yaitu Converse. Selama melakoninya sejak 2016 hingga Februari 2019, dia mampu membawa Converse mencapai pertumbuhan amat memuaskan.

Mike Manley, CEO FCA, menjelaskan bahwa Grasso akan menjadi Chief Operationg Officer (COO) Maserati. Seperti diketahui, FCA memiliki banyak merek otomotif roda empat maupun roda dua yakni Abarth, Alfa Romeo, Chrysler, Dodge, Fiat, Fiat Professional, Jeep, Lancia, Maserati, Mopar, RAM, SRT.

Grasso dipekerjakan untuk ‘menghidupkan’ merek Maserati. Manley percaya, pengalaman luar biasa banyak lelaki ini dalam mengembangkan citra merek dapat amat berguna bagi Maserati.

Bukan hanya itu saja posisi yang dia emban. FCA juga memberinya kursi di Group Executive Council.

Menurut rencana bisnis FCA, penjualan Maserati ingin ditingkatkan menjadi 100 ribu unit pada 2022. Caranya antara lain dengan meluncurkan midsize sport utility vehicle (SUV) plus Alfieri coupe dan cabriolet.

Jalan Maserati menuju ke sana cukup terjal. Pada 2018, transaksi jual-beli yang mereka capai hanya 35.900 unit, turun dari 51.500 unit setahun sebelumnya.

Pada kuartal satu 2019, penjualan Maserati pun menukik turun 41 persen menjadi 5.500 unit karena ‘inventory management action’. Manley menjelaskan di dalam laporan kuartal satu bahwa pihaknya akan melancarkan fokus agresif dalam hal jaringan distribusi dan pemasaran Maserati. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support