Pabrik Mini dan Rolls-Royce Tutup Sementara Saat Berlakunya Brexit

Berita Otomotif

Pabrik Mini dan Rolls-Royce Tutup Sementara Saat Berlakunya Brexit

OXFORD – BMW Group menegaskan akan menghentikan sementara produksi mobil Mini dan Rolls-Royce di Inggris saat awal Brexit 29 Maret 2019.

Inggris telah memutuskan untuk keluar dari keanggotaannya di Uni Eropa. Keluarnya Inggris atau yang biasa disebut sebagai Brexit ini akan resmi dilakukan tahun depan dan akan dimulai dari masa transisi akhir Maret 2019.

Untuk menghadapi masa transisi tersebut, pabrik Mini dan Rolls-Royce akan menghentikan sementara produksinya selama dua minggu. Pabrik akan memproduksi kendaraan lebih banyak sebelum penutupan sehingga diharapkan tidak akan terjadi krisis stok kendaraan.

Ditutupnya pabrik sementara adalah untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama awal masa-masa transisi Inggris dari Eropa.

Pemerintah Inggris belum menemui titik temu dengan Uni Eropa

BMW Group berharap bahwa Brexit tidak mempengaruhi produksi kendaraannya. Meski demikian, mereka tetap berhati-hati mengingat belum adanya aturan baru terkait perdagangan kendaraan Inggris dengan Uni Eropa.

Bahkan Ian Robertson, Kepala BMW Inggris mengatakan bahwa mereka tidak akan dapat melakukan produksinya di Inggris bila rantai pasokan komponen kendaraan terputus di perbatasan. Meski demikian pihaknya akan melakukan segala cara agar dapat bertahan.

“Kami menegaskan untuk tetap beroperasi di Inggris. Ini adalah tempat kami bekerja,” tuturnya.

BMW Group memiliki pabrik Mini di Oxford yang produksinya dikirim ke 110 negara di seluruh dunia. Selain itu, Mini sendiri juga masih memiliki pabrik di VDL Nedcar, Belanda. Bila terjadi hal yang terburuk, maka bukan tidak mungkin nantinya seluruh pasokan Mini akan diproduksi dari pabrik di Belanda.

Selain BMW Group, sebelumnya Toyota juga sudah menyampaikan rasa khawatirnya akan Brexit. Mereka kemungkinan harus menutup pabriknya di Inggris bila benar tidak ada kepastian hukum terkait perdagangan selepas Brexit. Hal ini karena 90 persen kendaraan Toyota di ekspor ke Uni Eropa. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar