Nissan Juke Berhenti Dijual Karena Penjualan Anjlok

Berita Otomotif

Nissan Juke Berhenti Dijual Karena Penjualan Anjlok

CALIFORNIA - Nissan Juke dihentikan penjualannya di Amerika Serikat.

Keputusan untuk menghentikan penjualan Nissan Juke karena penjualan mobil tersebut semakin lama semakin menurun. Tercatat, di bulan Juni 2018, Nissan Juke hanya berhasil terjual sebanyak 41 unit saja.

Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan ketika tahun 2010 yang penjualannya bisa mencapai 35.000 lalu meningkat di tahun berikutnya dengan penjualan mencapai 38 .000 pada tahun 2013 dan 2014.

Namun masa keemasan tersebut mulai memudar di tahun berikutnya. Pada tahun 2015, penjualan Nissan Juke hanya mencapai 27.000 dan kembali menurun pada 2016 dengan penjualan kurang dari 20.000 unit. Tahun lalu menjadi tahun kelam bagi Nissan Juke karena hanya terjual kurang dari 10.000 unit.

Keputusan tersebut memang cukup disayangkan mengingat beberapa waktu lalu, Nissan Juke baru merayakan produksi ke 1 juta unit. Jumlah tersebut sebenarnya cukup untuk membuktikan bahwa Nissan Juke memiliki penggemar yang cukup baik di seluruh dunia.

Bahkan di Eropa, penjualan Nissan Juke terbilang masih sangat baik. Penjualan Nissan Juke di tahun 2017 berhasil mencapai 95.000 unit atau sekitar tiga kali lipat lebih besar ketimbang penjualannya di Amerika Serikat.

Sementara itu di Indonesia, kabar Nissan Juke juga boleh dikatakan kurang menggembirakan. Berdasarkan data Gaikindo, tahun lalu Nissan Juke hanya terjual sebanyak 229 unit, turun dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 305 unit. Penjualan tertinggi Nissan Juke terjadi pada tahun 2011 dengan angka mencapai 9.573 unit

Pada bulan Juni lalu, Nissan Juke hanya terjual sebanyak satu unit saja dan baru terjual sebanyak 109 sepanjang tahun ini. Meski demikian, Nissan Motor Indonesia masih menjual mobil tersebut dengan harga mulai dari Rp 301,7 juta. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar