Nissan Indonesia Sudah Bisa Tentukan Sendiri Ubahan untuk Model Facelift

Berita Otomotif

Nissan Indonesia Sudah Bisa Tentukan Sendiri Ubahan untuk Model Facelift

SERPONG – Nissan Indonesia mengaku sudah diberi kepercayaan oleh prinsipal mereka di Jepang untuk menentukan sendiri perubahan-perubahan minor (facelift/minor change) bagi model-model yang mereka jual di sini, baik untuk merek Nissan maupun Datsun.

Proses riset dan pengembangan mobil terdiri dari cukup banyak siklus. Sebagian kecil dari siklus ini sudah diberikan oleh PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) melalui pembentukan tim riset dan pengembangan lokal.

“Total anggota tim di Indonesia untuk Nissan dan Datsun ada sekitar 60 orang,” kata Anton Khristanto, Manager Riset dan Pengembangan NMI menanggapi pertanyaan Mobil123.com di sela-sela Media Test Drive Nissan Terra, beberapa waktu lalu di Serpong, Tangerang.

Menurut dia, tim di Indonesia terdiri dari lima fungsi yaitu desain eksterior, desain interior, desain sasis, desain bodi, sampai dengan kelistrikan. Salah satu tugas mereka adalah mengembangkan serta menentukan ubahan-ubahan untuk penyegaran model.

“Saat ini baru untuk ubahan facelift, minor change, ataupun model year,” tandas Anton.

Salah satu ‘karya’ terbaru dari Anton dan kawan-kawan adalah kemunculan Datsun Go-Live. Berawal dari konsep yang diperlihatkan di pameran otomotif nasional, model ini akhirnya diterjunkan ke pasar.

Adapun riset maupun pengembangan bagi model generasi baru atau all-new masih merupakan wewenang tim riset dan pengembangan yang dimiliki oleh kantor pusat Nissan di Jepang. Akan tetapi, bagi model-model baru yang juga bakal dijual di Indonesia, tim lokal Indonesia bisa memberikan saran mengenai spesifikasi-spesifikasi yang dibutuhkan oleh para konsumen, tergantung situasi dan kondisi domestik.

“Misalnya, di sini kan sering banjir. Kami memberikan rekomendasi mengenai ground clearance minimum yang dibutuhkan itu setinggi apa,” ujarnya lagi.

Pengembangan Komponen Lokal
Tugas lain dari Tim Riset dan Pengembangan Nissan Indonesia yang dibeberkan adalah mengenai koordinasi dengan para pemasok komponen lokal. Pasalnya, tidak semuanya memilikinya.

“Jadi kami yang membantu mereka soal itu, antara lain mengenai spesifikasi komponen yang kami butuhkan,” papar Anton.

Selain itu, Tim Riset dan Pengembangan Nissan Indonesia pun bisa mencari pemasok komponen lokal baru. Dengan demikian, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada model-model mereka di Indonesia bisa bertambah.

“Kalau mereka bisa membuat dengan spesifikasi yang dibutuhkan, kami bisa mengajukan mereka (ke prinsipal,” tutup Anton.

Sayang, ia tidak bersedia berkomentar mengenai potensi membuat Pusat Penelitian dan Pengembangan di Indonesia sehingga makin banyak siklus yang dapat ditangani secara lokal sekaligus memberikan transfer pengetahun maupun teknologi. Sejauh ini yang mempunyai fasilitas itu di Indonesia baru Daihatsu. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support