Nissan Berencana Kubur Lagi Merek Datsun

Berita Otomotif

Nissan Berencana Kubur Lagi Merek Datsun

YOKOHAMA - Nissan Motor Corporation (NMC) dilaporkan berencana mengantar merek Datsun kembali ke dalam kubur sebagai salah satu upaya menggeber profit dan memperkecil fokus di pasar global.

Dua sumber internal Nissan beberapa waktu lalu mengatakan kepada Reuters bahwa pabrikan ini sedang membahas penghapusan merek Datsun. Nissan juga berniat menghentikan penjualan produk yang tidak terlalu menguntungkan plus menutup pabrik-pabrik mereka di bermacam negara.

Sebagai informasi, Datsun dihidupkan kembali pada 2014, di era kepemimpinan Carlos Ghosn untuk menyasar negara-negara otomotif berkembang khususnya Rusia, India, Indonesia, Afrika Selatan. Sebelum itu, Datsun sudah sejak era 1980-an mati suri.

Rencana-rencana tersebut dikenal di internal Nissan sebagai ‘langkah menyehatkan kembali performa’ yang menandakan perombakan strategi besar-besar pascapenangkapan Ghosn karena dugaan penggelapan uang perusahaan. Dugaan itu hingga kini masih disangkal oleh Ghosn.

Skandal Ghosn membuat kondisi internal panas dan memperburuk hubungan dengan aliansi mereka, Renault. Bisnis Nissan kini juga sedang memburuk dan membuat mereka di ambang rekor negatif: operating profit terendah dalam 11 tahun terakhir.

Rencana menutup fasilitas produksi kemungkinan besar mengenai pabrik-pabrik Datsun di negara berkembang. Pabrik-pabrik Nissan yang memproduksi mobil compact juga berada di bawah ancaman.

Sumber kedua, yang masih berasal dari internal Nissan, menjelaskan seluruh pabrik di semua negara selain China sedang dalam pantauan. Menurut dia, Nissan tidak punya rencana untuk mundur sepenuhnya dari suatu negara, tapi fokus utama nantinya adalah Amerika Serikat serta China.

Beberapa cara berbisnis yang sekarang dipraktikkan juga akan dihindari. Seperti praktik bisnis menjual mobil ke perusahaan rental dan korporasi-korporasi dengan diskon besar di Amerika Serikat yang merusak profitabilitas dan citra merek.

Ia menyebut bahwa di era Ghosn, tim harus menjual kendaraan sesuai target dengan berbagai cara. Menjual kepada korporasi dengan cara banting harga adalah salah satunya.

“Kami coba membersihkan apa yang terjadi di masa lalu,” tandasnya.

Niat menghapus merek Datsun, memangkas jumlah varian model, serta menutup fasilitas-fasilitas produksi adalah langkah radikal lanjutan dari Nissan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli, Nissan telah mengumumkan kebijakan memangkas 12.500 tenaga kerja di berbagai negara--termasuk Indonesia--hingga 2023. Mereka juga akan mereduksi kapasitas produksi di 14 pabrik di seluruh dunia.

Nissan menolak mengomentari kabar teranyar itu. Menurut informasi, rencana terbaru mereka bakal diumumkan dalam waktu dekat. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support