Nekat, Balap F1 Tetap Digelar Meski Ada Pembalap Positif Covid-19

Berita Otomotif

Nekat, Balap F1 Tetap Digelar Meski Ada Pembalap Positif Covid-19

LONDON - Balapan Formula One (F1) tetap akan digelar meski ada pembalap positif mengidap Covid-19 dan akan memperketat prosedur kesehatan.

Saking ngebetnya gelar balapan, Chase Carey Bos F1 menyatakan langsung hal tersebut di situs resminya. Ia juga tetap akan menggelar balap jika ada satu tim yang mengundurkan diri.

"Balapan Formula Satu tidak akan dibatalkan jika seorang pengemudi dinyatakan positif terkena virus Corona atau jika ada sebuah tim mengundurkan diri," ujar Carey.

Musim kompetisi F1 2020 sendiri seharusnya dimulai Maret 2020 pada GP Australia. Namun harus dibatalkan karena wabah Covid mulai mengganas di seluruh belahan dunia dan saat itu tim McLaren menarik diri setelah seorang anggota staf dinyatakan positif terkena virus. 

Kemudian baru-baru ini musim balap F1 2020 rencananya akan digelar di GP Austria pada 5 dan 12 Juli 2020. Tentu dengan beragam prosedur dan terlihat seperti agak memaksakan kondisi.

“Tim yang tidak bisa balapan tidak akan membatalkan jalannya balap. Kami akan memiliki prosedur, di mana jika menemukan adanya infeksi tidak akan menyebabkan pembatalan. Dan jika ada pembalap terinfeksi, tim tentu bisa menggunakan pembalap cadangan tersedia," kata Carey

Jika melihat fakta di lapangan, balap F1 tentu merupakan olahraga yang memiliki adaptasi sangat berat untuk kembali digelar di masa pandemi Corona. Anda bisa memperhitungkan bagaimana kompleksnya masalah pada sebuah tim F1 yang memiliki lusinan anggota untuk mengikuti sebuah balapan.

Apalagi mereka harus melakukan perjalanan internasional secara reguler dari balapan ke balapan. Belum lagi besarnya cargo yang harus dibawa.

Carey sendiri kemudian menambahkan bahwa setiap anggota tim akan ditest Covid-19 sebelum mereka berangkat untuk perlombaan dan kemudian setiap dua hari. Tim akan hidup dalam sistem yang dia sebut "buble" atau gelembung untuk membuat orang terpisah terutama saat mereka melakukan pekerjaan. Sistem ini sendiri belum dijelaskan secara terperinci.

Carey menyebut sistem ini dilakukan karena pada proses balap setiap individu harus berinteraksi secara intens. Ia menyadari bahwa terkadang interaksi antar individu secara berdekatan, sulit untuk menjaga jarak setidaknya 2 meter.

"Contoh ketika sebuah mobil masuk pit dan harus mengganti ban. Para teknisi tentu tidak bisa menjaga jarak 2 meter. Kami perlu memastikan bahwa kami memiliki prosedur untuk mengelola semua risiko itu sesegera mungkin," ungkap Carey.

Saat berita ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari tim-tim balap. Lalu bagaimana menurut Anda terutama penggemar fanatik, apakah F1 musim 2020 layak digelar?. 

Nantikan berita selanjutnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar