Nasib Nahas Pembeli Kendaraan yang Gagal Bayar Cicilan

Berita Otomotif

Nasib Nahas Pembeli Kendaraan yang Gagal Bayar Cicilan

JAKARTA – Pertimbangkanlah dengan baik kemampuan keuangan jika ingin membeli kendaraan dengan cara kredit. Ini karena risikonya tidak hanya penyitaan kendaraan tapi juga kesulitan jika ingin mengambil kredit lagi di masa depan.

Niko Kurniawan selaku Direktur Penjualan, Servis, dan Distribusi Adira Finance menceritakan bahwa nasabah gagal bayar bisa terbagi antara yang sengaja atau memang kesulitan membayar. Adira sendiri membedakan perlakuan bagi kedua jenis nasabah tersebut.

“Konsumen itu, kan, macam-macam ya. Ada yang nakal, satu bulan saja sudah hilang. Pada waktu (kredit) macet kami datangi enggak ada. Jadi, ya, kami cari dan kami akan langsung tarik. Tapi ada konsumen yang memang ada kesulitan lalu minta tolong supaya ditunda karena ada keperluan lain,” ucapnya usai seremoni peluncuran program Hari Cicilan Lunas (Harcilnas), Kamis (7/2/2019) di Jakarta.

Bagi  yang memang kelimpungan membayar cicilan, Adira akan memberi toleransi sekitar tiga bulan sebelum memutuskan menyita kendaraan. Bisa juga lebih dari itu, tergantung kasus maupun situasinya.

“Bunga tetap berjalan dan ada penaltinya sebesar 8 persen per bulan,” tandas Niko.

Kendaraan-kendaraan hasil sitaan kemudian bakal masuk balai lelang. Akan tetapi, perusahaan pembiayaan mengklaim bahwa mereka tetap rugi.

“Kendaraan yg ditarik itu dilempar ke lelang. Tapi kami rugi kalau lelang. Belum lagi kalau ada rusak atau lecet, pedagang mau ambil untung juga, lah,” lanjut dia.

Ia mengakui momen-momen menjelang Hari Raya Idul Fitri makin banyak yang mengambil cicilan kendaraan dan risiko kredit macet makin besar. Hanya saja, saat ini kondisi kredit macet ketika mendekati Lebaran tak sebanyak dulu.

Ada pengaruhnya, tapi belakangan ini enggak terlalu signifikan, ya, karena mereka sudah lebih punya tanggung jawab. Jadi saya lihat lebih merata,” tukas dia.

Susah Ambil Kredit
Niko lalu mewanti-wanti bahwa dampak negatif bagi mereka yang gagal bayar cicilan tidak hanya kendaraan disita. Ada dampak lain yang mempersulit mereka di masa depan.

“Jadi sekarang, kan, kita sudah makin maju sudah pake e-ktp, semua single ID. Kalau sekarang kita terlibat kredit macet otomatis terekam di sistem BI checking dan Kopindo. Disitu akan teregistrasi dan akan susah ambil kredit lagi,” tutupnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support