Mulai Terkendali, Inden Toyota Raize Kini Lebih Cepat

Berita Otomotif

Mulai Terkendali, Inden Toyota Raize Kini Lebih Cepat

JAKARTA – Toyota mengklaim bahwa kini inden  Raize sudah semakin singkat bila dibandingkan saat awal peluncuran.

Beragam strategi telah dilakukan oleh Toyota guna membuat inden Raize tidak terlalu lama, termasuk didalamnya memperbanyak jumlah produksi.

“Sekarang inden Toyota Raize hanya sekitar 2 bulan atau maksimal 3 bulan. Ini sudah jauh lebih cepat bila dibandingkan sebelumnya saat awal-awal peluncuran yang bisa mencapai sembilan bulan,” ungkapnya.

Toyota Raize

Meski dijual dengan harga yang lebih tinggi, Anton menyebutkan bahwa peminat Toyota Raize dengan mesin berkapasitas 1.000cc turbo masih mendominasi permintaan.

Kondisi ini tentunya menarik karena selisih harga antara 1.000cc dengan 1.200cc terbilang cukup jauh.

Berikut adalah daftar harga on the road Jakarta Toyota Raize September 2021.

1.0T G M/T One Tone

232.600.000

1.0T G M/T Two Tone

235.000.000

1.0T G CVT One Tone

246.600.000

1.0T G CVT Two Tone

249.000.000

1.0T GR CVT One Tone

258.600.000

1.0T GR CVT Two Tone

261.000.000

1.0T GR CVT TSS One Tone

278.800.000

1.0T GR CVT TSS Two Tone

281.200.000

  1. G M/T One Tone

214.300.000

1.2 G CVT One Tone

228.200.000

Toyota Raize pertama kali diluncurkan di Indonesia pada April 2021 dan langsung mendapatkan respons postif.

Desain agresifnya ditambah dengan teknologi terbaru membuat mobil ini terbilang cukup menarik perhatian.

Toyota Raize

Sebagai permulaan Toyota hanya menawarkan satu pilihan mesin yaitu 1.000cc Turbo, tiga silinder dengan kode 1KR-VET. Mesin tersebut sanggup melepaskan tenaga sebesar 96 hp pada 6.000 rpm dan torsi 140 Nm pada 2.400 – 4.000 rpm.

Kemudian pada Juli, Toyota meluncurkan Raize dengan mesin 1.200cc, tiga silinder berkode WA-VE. Mesin ini memiliki diameter x langkah (bore x stroke) 73,5 mm x 94,1 mm dan mampu menghasilkan tenaga 86 hp pada 6.000 rpm dan torsi mencapai 112,7 Nm pada 4.500 rpm. [Adi/Ses]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar