Motor Bekas Harga Rp3 Jutaan, Bisa Dapat Honda BeAT

Berita Otomotif

Motor Bekas Harga Rp3 Jutaan, Bisa Dapat Honda BeAT

Motor bekas murah harga Rp3 jutaan merupakan pilihan menarik bagi calon konsumen. Di kisaran harga ini ternyata masih ada Honda BeAT, Yamaha Mio dan skutik kenamaan lainnya di Indonesia.

Seperti diketahui bersama, sepeda motor masih menjadi alternatif kendaraan pribadi yang efesien. Menggunakan sepeda motor, bisa memangkas waktu tempuh perjalanan sehari-hari dan tentunya biaya lainnya.

Motor dengan dimensinya yang sangat kompak, membutuhkan lebih sedikit konsumsi bahan bakar. Harga komponennya juga lebih terjangkau, sehingga bisa mereduksi pengeluaran bulanan.

Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, menggunakan kendaraan pribadi akan lebih menguntungkan. Selain lebih efisien, Anda juga terhindar dari risiko tertular Covid-19.

Lalu pertanyaannya berapa investasi awal untuk membeli motor bekas sebagai kendaraan sehari-hari atau komuter.

Dalam kesempatan ini kami jelaskan bahwa dengan bujet Rp2 juta sampai Rp3 jutaan, Anda masih bisa mendapatkan motor bekas yang masih mumpuni.

Pilihan motor bekas harga Rp3 jutaan terbilang cukup banyak, mulai dari jenis bebek hingga skuter matik (skutik). Jenis yang disebut terakhir menjadi pilihan yang menggiurkan, karena efisien dan mudah dikendarai.

Mengandalkan skutik sebagai komuter akan membuat perjalanan lebih menyenangkan. Pengoperasiannya yang mudah dan praktis menjadikannya sebagai pilihan terbaik saat ini.

Daftar Motor Bekas Harga Rp2 – 3 Jutaan

  • Yamaha Mio

Salah satu skutik paling tua di Indonesia, Mio adalah motor matik yang ideal di jalan-jalan perkotaan.

Bodinya yang mungil dan mesinnya yang bandel bikin untung, karena lincah dan bisa diandalkan di setiap perjalanan.

Dengan investasi sebesar Rp2 juta, konsumen akan mendapatkan Yamaha Mio keluaran pertama.

Skutik legendaris berlambang Garpu Tala ini masih menggunakan sistem pengabut bahan bakar model karburator.

Selain itu, pada generasi pertama motor ini seluruhnya masih menggunakan velg model jari-jari, kecuali unit yang telah dimodifikasi. Lingkar roda bawaan pabrik berukuran 14 inci kecuali telah diubah oleh pemilik lamanya. 


Motor bekas Yamaha Mio

Jika Anda menginginkan unit dengan tahun pembuatan lebih baru, siapkan dana tambahan sekira Rp500 ribu. Dengan investasi Rp2,5 juta konsumen bisa membawa pulang unit buatan tahun 2010.

Untuk membeli unit Yamaha Mio lawas, perhatikan surat-surat kendaraan apakah masih ada atau tidak. Lalu periksa juga keaslian dari surat-suratnya, bisa melalui cara online.

Selain itu, perhatian selanjutnya tertuju pada bagian CVT, apakah kasar atau tidak, karena jika rusak biaya perbaikannya cukup menguras kocek. Bagian satu ini kerap diabaikan oleh para pemiliknya sehingga rentan rusak.

  • Mio Soul

Selain Yamaha Mio Sporty, Anda juga bisa menjatuhkan pilihan pada Mio Soul.

Menggunakan basis mesin yang sama dengan Mio Sporty, Soul memiliki bodi yang lebih gambot sebagai perbedaan.

Meskipun motor ini ditargetkan untuk para kaum Adam, namun tidak jarang motor ini menjadi tunggangan sehari-hari kaum hawa.

Bentuknya yang cenderung membulat, membuatnya lebih terlihat berkarakter.

Mio Soul bisa didapatkan dengan bujet awal sebesar Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan tergantung kondisi motor.

Sama seperti Mio Sporty, konsumen harus memperhatikan kondisi bak CVT.

Pastikan unit yang hendak dipilih tidak mengeluarkan bunyi yang kasar maupun tidak wajar.

Motor ini juga masih mengandalkan karburator untuk mengabutkan bahan bakar.

  • Suzuki Spin

Suzuki Spin adalah skutik pertama yang menggunakan mesin berkapasitas 125 cc di Indonesia.

Motor yang dirakit di Tambun, Bekasi, Jawa Barat ini sudah tidak diproduksi, tapi masih ada penggemarnya di Indonesia.

Dengan bodi yang terbilang mungil, kapasitas mesin lebih besar tentunya akan menghasilkan performa membaik daripada produk di atasnya. Namun konsekuensinya adalah penggunaan bahan bakar lebih rakus.
Motor bekas Suzuki Spin

Motor yang pertama kali dipasarkan pada 2006 ini memang tidak banyak populasinya di Tanah Air. Suzuki Spin kalah populer dengan Yamaha Mio yang saat itu masih menjadi primadona di kalangan pecinta skutik.

Jika Anda ingin berinvestasi dengan memiliki Spin, siapkan dana sebesar Rp2 juta hingga Rp2.5 juta.

Kelemahan unit satu ini adalah spare parts yang sudah jarang ditemukan.

Selain itu desainnya yang kurang pas membuat beberapa orang berpostur tinggi akan kesulitan mengendarainya, karena kaki pengendara akan mentok dengan bodi.

  • Suzuki Skywave

Produk skutik bermerek Suzuki cukup banyak modelnya. Sayangnya tidak ada yang benar-benar laku di pasaran sehingga populasinya sedikit.

Kuda besi berlambang 'S' ini mulai dipasarkan sejak 2007 dan berakhir produksi pada 2011.

Mesinnya berkapasitas 125 cc dan konsumsi bahan bakarnya cukup banyak dibandingkan pesaingnya yang masih mengandalkan 110 cc.
Motor bekas Suzuki Skywave

Skywave sendiri menggunakan lingkar roda 16 inci yang dikawinkan dengan velg berbahan alloy. Hal ini membuat konsumen akan kesulitan mencari ban pengganti.

Kelemahan lainnya ada pada spare parts, karena termasuk barang langka di pasaran. Untuk bisa mendapatkannya, Anda harus rajin mencari melalui online atau komunitas.

Jika Anda tidak masalah dengan kekurangannya tersebut, versi bekas dari motor ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp2 juta hingga Rp3.5 juta.

  • Suzuki Skydrive

Skutik satu ini memiliki bentuk yang tidak biasa, karena memainkan banyak lekukan tajam yang memberikan tampilan futuristik. Namun sayangnya tidak banyak orang yang menyukai bentuknya sehingga tidak laku di pasaran.

Motor ini pertama kali dipasarkan pada 2009 yang masih mengusung mesin 125 cc. Lingkar roda motor ini menggunakan diameter 14 inci sehingga banyak pilihan bannya.

Suzuki Skydrive terbilang lebih nyaman digunakan daripada produk-produk berlambang 'S' sebelumnya. Hanya saja, beberapa penyempurnaan di sektor mesin dianggap kurang bertenaga.


motor bekas Suzuki Skydrive

Bantingan suspensinya terbilang empuk dan membuat stabil saat melakukan manuver.

Jika konsumen tidak peduli dengan konsumsi bahan bakar yang lebih boros, maka ini adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan.

Urusan spare parts juga menjadi kendala motor ini. Selain karena populasi sedikit, Skydrive juga telah stop produksi di Tanah Air.

Suzuki Skydrive bekas dipasarkan dengan harga mulai dari Rp2.5 juta hingga Rp 5 juta tergantung kondisi.

  • Honda Vario

Honda Vario merupakan skutik pertama parbikan motor berlambang Sayap Mengepak di Indonesia. Vario hadir pertama kalinya pada 2006 dan langsung menjadi penantang Yamaha Mio.

Motor yang di Thailand dikenal dengan nama Click ini modelnya cukup futuristik.

Dengan mengutus Agnes Monica dan Daniel Mananta sebagai bintang iklannya, Vario langsung laris di pasaran.
Motor bekas Honda Vario

Saking populernya, Astra Honda Motor (AHM) baru melakukan penyegaran setelah 7 tahun dipasarkan di Indonesia. Selain itu nama besar Honda motor di Tanah Air membuat Vario lebih mudah diterima masyarakat.

Kelemahan motor ini terdapat pada ruang bagasi yang mungil dan suara stater yang berisik. Jika Anda tidak bermasalah dengan hal itu, maka Vario adalah pilihan yang cakap.

Honda Vario generasi awal dipasarkan dengan harga mulai dari Rp2 juta hingga Rp4 jutaan. Kembali lagi tergantung kondisi motor itu sendiri.

  • Honda BeAT

Pilihan motor bekas harga Rp3 jutaan selanjutnya ada Honda BeAT. Skutik ini hadir pertama kali di Indonesia pada 2008. Generasi pertamanya masih mengandalkan sistem pengabut bahan bakar karburator.

Bentuknya yang simpel dan handling mumpuni, tidak heran motor ini mampu diserap paling banyak di kelas skutik oleh masyarakat.

Motor ini digunakan oleh semua kalangan karena keandalannya.
Motor bekas Honda Beat

BeAT juga menjelma menjadi motor paling laris di Indonesia dan penjualan motor ini sebelum pandemi mencapai sekitar 200 ribu unit per bulan.

Beat juga terus berevolusi seiring perkembangan jaman dengan mengahdirkan sejumlah inovasi mutakhir.

Jika Anda hendak meminang skutik satu ini, siapkan dana sebesar Rp3 juta hingga Rp6 juta. [Dew/Ses]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar