MotoGP Mandalika Kembali dapat Angin Segar

Berita Otomotif

MotoGP Mandalika Kembali dapat Angin Segar

JAKARTA – MotoGP di Mandalika pada 2021, dikatakan menarik minat dari beberapa pabrikan sepedamotor peserta ajang balap motor paling populer di dunia tersebut.

Seperti diketahui MotoGP sudah merilis kalender sementara jadwal balap musim 2021 sebanyak 20 seri. Lalu Indonesia masuk ke dalam posisi cadangan sebagai penyelenggara, bersama Portimao (Portugal), dan Igora Drive (Rusia).

Meskipun masuk ke dalam cadangan, tim penyelenggara dan pengelola yakni Mandalika Grand Prix Association (MGPA), tetap yakin Indonesia bisa menggelar MotoGP pada Oktober 2021. Hingga saat ini proses pembangunan sirkuit non permanen tersebut masih terus dijalankan.

Carmelo Ezpeleta selaku CEO Dorna menyebutkan sirkuit di Indonesia memiliki daya tarik yang sangat tinggi. Hal inilah yang membuat beberapa pihak yang menyatakan ketertarikkannya untuk melakukan balapan di sana.

“Ada negara yang belum pernah menjalani balapan dan mereka punya konsumen sepedamotor yang brutal, seperti Indonesia. Mereka sedang membangun sirkuit yang spektakuler di sana. Para tim pabrikan juga sangat tertarik untuk bisa tampil di sana,” ucap Ezpeleta dikutip dari AS.

Asa Mandalika untuk bisa menggelar MotoGP di Indonesia Oktober mendatang, kembali besar karena mundurnya Republik Ceko. Sirkuit Brno dikatakan mundur karena mengalami masalah finansial.

MGPA melihat mundurnya Ceko dari list penyelenggara, memperbesar asa MotoGP Indonesia pada Oktober 2021. Adapun MGPA menjanjikan proses pembangunan sirkuit sendiri rampung pada Juli 2021. Artinya sirkuit dinyatakan siap hanya 3 bulan sebelum penyelenggaraan.
motogp mandalika
Setelah proses pembangunan sirkuit rampung, FIM atau Federasi Sepeda Motor Internasional akan melakukan homologasi terhadap sirkuit. Dari sana baru bisa dinyatakan sirkuit Mandalika layak atau tidak menggelar balapan sekelas MotoGP.

Dikutip dari berbagai sumber, MGPA memboyong berbagai komponen dari negara lain untuk menjamin kualitas sirkuit. Seperti aspal yang dikatakan diimpor dari Inggris juga airfence atau pagar pembatas yang diboyong dari Jerman. Semua ini dikatakan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, demi untuk terselenggaranya balapan kelas dunia di Indonesia. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar