Mobil Listrik Hyundai Kona Akan Jadi Armada Grab di Indonesia

Berita Otomotif

Mobil Listrik Hyundai Kona Akan Jadi Armada Grab di Indonesia

JAKARTA - Mobil listrik Hyundai Kona akan hadir di Indonesia. Bukan sebagai mobil pribadi, tapi sebagai taksi online Grab.

Hal tersebut diberitahukan oleh Hyundai melalui situs resmi mereka pada Kamis (25/7/2019) pekan lalu. Menurut pabrikan asal Korea Selatan tersebut, layanan taksi online menggunakan mobil listrik Kona akan diperluas hingga ke Indonesia.

Sebelum ini, Blue Bird sudah terlebih dahulu menawarkan layanan armada taksi menggunakan mobil listrik. Ada dua merek mobil listrik yang mereka gunakan yakni BYD serta Tesla.

Belum jelas kapan layanan mobil listrik Grab resmi beroperasi di Tanah Air. Pabrikan otomotif yang bermarkas di Seoul ini tidak membeberkannya.

Sekadar mengingatkan, Hyundai Motor Company merupakan salah satu investor di perusahaan taksi online tersebut. Pada akhir 2018, mereka, bersama-sama dengan anak perusahaannya yaitu Kia, menanamkan modal sebanyak 250 juta dollar AS (Rp 3,50 triliun).

Tujuannya satu yaitu mempenetrasi pasar Asia Tenggara yang menjadi kekuatan Grab. Grab sendiri bermarkas di Singapura.

Kona bertenaga listrik sudah menjadi armada taksi online Grab di negara tersebut. Layanan sejenis bakal berekspansi ke negara-negara Asia Tenggara lain.

Grab, menurut situs berita The Investor, sudah membeli 20 unit Kona listrik pada awal 2019. Jumlahnya bakal terus ditambah hingga menjadi 200 unit sampai akhir tahun ini.

Sport utility nihil emisi gas buang tersebut diklaim mempunyai jarak tempuh 400 km dalam kondisi baterai terisi penuh. Dengan perangkat pengisian daya cepat (quick charging), kapasitas baterai 80 persen bisa tercapai hanya dalam 30 menit.

Di Indonesia, Hyundai baru saja meluncurkan Kona versi mesin konvensional pada April 2019.

Era mobil listrik di Indonesia sudah dekat. Pasalnya, pemerintah dikabarkan segera menerbitkan regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) berisi insentif pajak bagi mobil hybrid maupun mobil listrik murni.

Aturan ini diharapkan dapat menurunkan harga jual mobil dengan teknologi bahan bakar alternatif, kemudian mendorong penjualan, perakitan lokal, hingga ekspornya. Pada 2025, produksi mobil hybrid dan mobil listrik ditargetkan mencapai 20 persen dari total produksi mobil nasional.

Hyundai kini juga sedang melakukan finalisasi pembangunan pabrik di Indonesia. Menurut Kementerian Perindustrian, mereka mulai melakukan perakitan lokal pada 2021. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support