Mitsubishi Xpander Tidak Obral Diskon Demi Jaga Harga Bekasnya

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Tidak Obral Diskon Demi Jaga Harga Bekasnya

JAKARTA - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) tidak memberikan diskon besar pada Mitsubishi Xpander demi jaga resale value atau nilai jual kembali.

Jika low MPV lain seakan berlomba memberikan diskon besar-besaran pada akhir hingga awal tahun, strategi berbeda dilakukan oleh MMKSI. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan, di antaranya menjaga konsumen agar tidak rugi dan juga menjaga harga jual kembali dari Xpander.

"Sejumlah dealer merek lain melakukan diskon besar-besar pada akhir tahun untuk model low MPV, besarannya bisa mencapai Rp 30 - 40 juta. Namun kami tidak melakukan hal itu," jelas Nakamura.

Ia menambahkan bahwa visinya di Indonesia sangat jelas yakni menjadi merek yang dapat diandalkan di Indonesia. Artinya pihaknya berusaha melindungi konsumen Indonesia agar tidak merugi setelah membeli Xpander. 

Xpander sendiri hinga saat ini telah terjual sebanyak kurang lebih 115 ribu unit. Selain pasar lokal, Xpander juga sudah merambah pasar ekspor di antarnya telah beredar di Thailand dan Filipina.
 
Mobil yang di desain khusus untuk pasar Indonesia ini berhasil merebut hati para potensial buyers di kelasnya dan sempat menggeser Toyota Avanza yang bertahun-tahun menjadi raja hampir di sepanjang 2018. 

Sayangnya terjadi sedikit penurunan penjualan pada akhir 2018. Posisi penjualan terbanyak kemudian kembali direbut oleh Avanza. Per November 2018, penjualan Avanza mencapai 75 ribu unit, sedangkan Xpander 71 ribu unit.

Menanggapi hal ini, Nakamura menyebutkan ada 2 alasan penurunan penjualan Xpander. Pertama, keterbatasan kapasitas produksi varian otomatis. Hal ini jelas mengganggu penjualan Xpander, lantaran porsi varian ini terhadap penjualan sangat besar, sekitar 80% sementara transmisi manual memiliki volume penjualan sedikit.

Sementara alasan kedua, seperti dijelaskan di atas, tidak seperti low MPV lain, tidak ada diskon besar-besaran pada akhir tahun demi menjaga nilai jual kembali agar konsumen tidak merugi.

"Kami hanya memberikan diskon yang tidak besar untuk transmisi manual, agar penjualannya dapat terangsang," jelasnya.



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support