Mitsubishi Xpander Susun Strategi Demi Saingi Toyota Avanza di Pasar Fleet

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Susun Strategi Demi Saingi Toyota Avanza di Pasar Fleet

TANGERANG – Mitsubishi sedang susun strategi khusus agar Mitsubishi Xpander bisa masuk ke pasar fleet (konsumen korporasi) dan menyaingi Toyota Avanza.

Budi Dermawan Daulay, Head of MMC Sales and Marketing Region I PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyatakan hal tersebut ketika menegaskan lagi niat menggarap pasar fleet untuk fase pengembangan selanjutnya dari Xpander setelah meluncur di Indonesia pada 10 Agustus 2017. Ia menyadari bahwa low multi purpose vehicle (LMPV) tersebut lagi-lagi bakal bertubrukan dengan Avanza yang juga amat kuat di pasar fleet.

“Kami menyiapkan strategi, tapi apa strateginya belum bisa kami buka di sini,” ujar Budi menjawab pertanyaan Mobil123.com.

Performa bagus Avanza di sektor fleet menjadi salah satu kunci Avanza di tengah persaingan makin keras di segmen low multi purpose vehicle (LMPV). Dalam sebuah wawancara di akhir 2017, Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor, mengatakan pasar ini menyumbang 40 persen dari total penjualan Avanza.

Adapun transaksi jual-beli Avanza di semester satu 2018 secara rata-rata mencapai 6.576 unit per bulan menurut data wholesales Gaikindo, dengan total penjualan 39.455 unit. Avanza sementara ada di peringkat kedua mobil terlaris di Indonesia, di bawah Xpander yang membukukan 39.948 unit.

Biaya Perawatan dan Harga Jual Kembali
Meski belum membeberkan strategi tersebut, Budi menjelaskan bahwa Mitsubishi amat menyadari pentingnya kompetitivitas di sektor biaya perawatan serta harga jual kembali bagi sektor fleet. Bagi konsumen perorangan, kompetitivitas biaya perawatan diusahakan lewat paket-paket khusus.

“Harga jual kembali juga menjadi dasar pembelian kendaraan di fleet. Xpander sendiri baru berusia setahun, baru berjalan. Tapi, kalau dari iklan-iklan baris mobil bekas, kami melihat banyak Xpander yang baru berusia beberapa bulan dipakai tapi dijual dengan harga lebih tinggi,” akunya.

Di awal masuknya Xpander di pasar fleet, Mitsubishi mengklaim sudah mendapat atensi menggembirakan dari berbagai perusahaan. Bahkan, di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, ada ratusan unit Xpander yang diborong oleh tiga korporasi dari sektor perbankan, kesehatan, maupun rental.

Budi menjelaskan pihaknya bakal memanfaatkan betul pengalaman dan pengetahuan dari bisnis kendaraan niaga ringan yang mengandalkan double cabin Triton. Apalagi, sekitar 90 persen konsumen Triton adalah korporasi.

Mereka juga tidak muluk-muluk memasang target mengingat status sebagai pemain baru serta kondisi inden yang masih menumpuk. Tim yang mengurusi fleet pun baru dibentuk. Mitsubishi menilai sudah cukup sukses jika sektor fleet nantinya bisa menyumbang setidaknya 10 persen dari total penjualan Xpander.

“Saat ini kami masih fokus di penjualan retail karena peminat terbesar masih di sana, tapi kami tetap coba masuk ke fleet,” ujar Budi.

Mitsubishi sendiri tidak menyiapkan Xpander varian khusus untuk pasar fleet. Ini karena mereka tidak menyasar segmen kendaraan umum atau taksi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar